Mengulas “Typeface” Beraksen Aksara Jawa di Bedah Karya Tugas Akhir

Pembicara di Bedah Karya Tugas Akhir, (dari kiri ke kanan) Wastana Haikal, Garyanes Yulius, Ivan Harsanto, dan Yudit Halim. Kelimanya mengupas karya seni ciptaan mereka dalam seminar Ultigraph 2017 "Bedah Karya Tugas Akhir" yang berlangsung di Executive Lounge Universitas Multimedia Nusantara, Jumat (29/09/17).
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Menyambung rangkaian acara Ultigraph 2017, seminar bertajuk ‘Bedah Karya Tugas Akhir’ diadakan di Executive Lounge Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Jumat (29/09/17). Hadir lima orang mahasiswa seni dari berbagai universitas sebagai narasumber untuk mengupas makna di balik hasil ciptaan mereka masing-masing. 

Salah satu karya yang menarik perhatian adalah milik Ivan Harsanto dari Universitas Multimedia Nusantara. Ivan membuat jenis font (typeface) yang ia beri nama ‘Wicaksana.’ Sesuai namanya yang berarti bijaksana, typeface ini kental dengan nuansa tradisional ala aksara Jawa.

Selain bertujuan untuk melestarikan budaya yang mulai dilupakan ini, Ivan juga memiliki alasan lain dalam menciptakan adaptasi aksara Jawa ke dalam bentuk typeface.

“Kenapa harus kearifan lokal? Kenapa enggak yang lain, gitu? Karena di Indonesia ini kita punya kearifan budaya banyak banget, ya. Kita sebagai desainer grafis menganggap lebih mudah untuk mengadaptasi dari budaya tersebut,” jelas Ivan.

Kendati mengadopsi desain typeface-nya dari kebudayaan lokal, Ivan mengingatkan tentang pentingnya melihat referensi dari luar negeri untuk menambah acuan dan inspirasi dalam sebuah karya. 

“Harus banyak melihat desain-desain hari luar juga, supaya hasilnya tidak begitu terpatok sama kebudayaan yang kita pakai. Karena biasanya orang yang buat karya dari kultur budaya itu akan mudah terpaku sama tradisi-tradisinya.”

Sambil bercerita tentang proses pembuatan tugas akhir ini, Ivan mengaku tidak mau terlalu ambil pusing. Mahasiswa Desain Grafis 2013 ini mengatakan kalau ia hanya mencoba menjalankan sesuatu yang ia suka.

“Kalau ada sesuatu yang kita suka, ya jalanin saja,” tegas Ivan yang disusul dengan tepuk tangan peserta seminar.

Selain Wicaksana Typeface yang dibuat oleh Ivan, empat karya dari mahasiswa lain juga dipamerkan dan dibedah.

Karya-karya tersebut adalah kampanye sosial berbentuk platform kreatif ‘Sastra Lintas Rupa’ ciptaan Garyanes Yulius, ‘Perancangan Animasi Cerita Rakyat Papua’ oleh Wastana Haikal, ‘Perancangan Ulang Identitas Visual Gudang Sarinah Ekosistem’ yang digagas Yudit Halim, dan ‘Perancangan Website BASARNAS Sebagai Media Informasi Untuk Masyarakat’ karya M. Fakhri Luthfi.

Penulis: Gilang Fajar Septian

Editor: Christian Karnanda Yang

Fotografer: Aldo Sitanggang