“Think Wisely Act Differently”: Membuat Konten yang Menarik dan Bermanfaat di Era Digital

Anjas Maradita dan Aftian Tyo Saputra Siswoyo (kiri dan tengah) yang hadir sebagai pembicara dalam seminar Televisionair “Think Wisely Act Differently”, Rabu (06/03/19) di Function Hall Universitas Multimedia Nusantara, Serpong. (ULTIMAGZ/Yvonne Jonathan)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com—Masih bagian dari rangkaian acara, Televisionair 2019 menyelenggarakan seminar kedua bertajuk Think Wisely Act Differently di Function Hall Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Rabu (06/03/19). Mengusung topik berupa pembuatan konten yang berguna dan menarik, seminar ini turut mengundang selaku Creative Content Creator dari Narasi TV Aftian Tyo Saputra Siswoyo dan Content Creator serta Youtuber Anjas Maradita sebagai pembicaranya.

Adanya perkembangan teknologi yang semakin pesat di era ini tidak hanya memudahkan khalayak untuk mengakses dan menyebarluaskan konten digital apapun, namun juga bagi mereka yang ingin membuatnya khususnya video. Menurut riset yang dilakukan oleh Cisco, video akan mendominasi 80% konten yang tersebar di platform daring. Menanggapi hal ini, Aftian membagikan beberapa tips untuk membuat konten yang menarik. Salah satunya adalah metode bernama CUES.

“Aku ngubah CUES ini jadi ada kepanjangannya, Concrete, Unexpected, Emotional, dan Simple,” ujar pria yang akrab dipanggil Tyo ini.

Menurutnya, sebuah konten harus jelas baik dari segi alur maupun penggambaran dan mempunyai elemen tak terduga yang dapat menarik perhatian para khalayak. Konten juga harus dapat menggugah emosi bagi yang menontonnya. Pun demikian, semakin sederhana penyampaian sebuah konten, maka semakin baik.

Simple, to the point, enggak bertele-tele. Orang bertahan di video-video itu cuman lima detik di awal (dan) lima detik video kalian di awal itu akan menentukan kalau enggak akan di-skip,” lanjut Tyo.

Sementara itu menurut Anjas, para kreator juga harus menentukan audiens mereka terlebih dahulu sebelum membuat sebuah konten. Dengan demikian mereka dapat tahu konten apa yang relevan dan bermanfaat untuk dibuat.

“Kalan harus tahu penonton kalian siapa,” tutur Anjas. “Dari awal pikirin siapa penonton lu, dengan begitu kalian akan tahu mau bikin konten yang penyajiannya seperti apa,”

Mengingat khalayak yang semakin mudah untuk mengunggah atau menyebarkan konten ke satu sama lain, Tyo juga tidak lupa untuk mengingatkan para mahasiswa untuk selalu memikirkan dampak sebuah konten sebelum dibagikan secara luas.

“Jejak digital itu enggak bisa dihapus, jadi hati-hati sebelum dishare,” ucapnya.

 

Penulis: Audrie Safira Maulana

Editor: Ivan Jonathan

Foto: Yvonne Jonathan