BerDiKaRi Kenalkan Eco Enzyme Untuk Kurangi Sampah Organik

Seluruh peserta, panitia, dan pembicara melakukan sesi foto bersama seusai acara webinar BerDiKaRi pada Jumat (30/04/2021). ULTIMAGZ/Timothy B. Hallatu
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com — Program Corporate Social Responsibility (CSR) Bukti Bahwa Manusia Tahu (Bukamata) 2021 mengenalkan Eco Enzyme sebagai cairan daur ulang sampah organik yang memiliki segudang manfaat melalui webinar Belajar Peduli Kepada Alam Asri (BerDiKaRi) pada Jumat (30/04/21).

Mengutip data dari kompas.com, menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Februari 2019, Indonesia menghasilkan sedikitnya 64 juta ton timbunan sampah setiap tahunnya. Jenis sampah organik menghasilkan gas metana lebih banyak daripada asap kendaraan dan industri. Hal ini menyebabkan perubahan iklim dan pemanasan global yang dapat merusak bumi. Maka dari itu, Komunitas Eco Enzyme Nusantara (KEEN) mengolah sampah organik menjadi Eco Enzyme sebagai bentuk peduli lingkungan dan membuat bumi hijau kembali. 

“Eco Enzyme itu isinya adalah untuk bumi, untuk manusia. Jika semua sampah ini (sampah organik) bisa kita olah, dia akan menjadi sesuatu yang akan bermanfaat bagi bumi, bukan mencelakakan bumi,” kata pembicara webinar BerDiKaRi Salmah, S.SI, S.PD.

Eco Enzyme adalah cairan alami serba guna yang berasal dari fermentasi sampah organik dapur seperti kulit buah dan potongan sayur, yang diolah bersama gula merah dan air bersih. Manfaat dari Eco Enzyme tidak sedikit. Cairan daur ulang ini dapat mengusir hama, menjadi disinfektan alami, cairan pembersih peralatan rumah tangga alami, pupuk tanaman organik, bahkan menyembuhkan luka manusia.

Melihat kondisi lingkungan bumi yang semakin mengkhawatirkan, Bukamata melalui BerDiKaRi ingin memberikan edukasi dan pelatihan tentang Eco Enzyme. Meskipun mempunyai segudang manfaat, cairan daur ulang ini sangat mudah dibuat dengan bahan-bahan yang setiap hari kita lihat.

“Ada banyak sekali pilihan tema lingkungan yang lain, tapi Eco Enzyme ini masih sedikit sekali awareness nya. Kami ingin menyebarkan dan menambah awareness masyarakat, khususnya untuk kalangan muda akan pentingnya menjaga lingkungan dari sampah organik,” ungkap Titus Christianto selaku Head Project Bukamata 2021.

Selain webinar, Bukamata juga akan melaksanakan pelatihan bertajuk Unjuk Ilmu dengan warga Desa Serdang Wetan, Tangerang untuk membuat cairan Eco Enzyme bersama beberapa anggota KEEN pada Sabtu (01/05/21).

 

Penulis: Jessica Elisabeth Gunawan

Editor: Andi Annisa Putri

Foto: Timothy B. Hallatu

Sumber: kompas.com