BREXPERIENCE: Bedakan “Branding” dan “Marketing”

Konferensi BREXPERIENCE sesi pertama dengan tema "Branding Outside The Box" digelar secara daring di YouTube pada Sabtu (27/03/2021).
Konferensi BREXPERIENCE sesi pertama dengan tema "Branding Outside The Box" digelar secara daring di YouTube pada Sabtu (27/03/2021). (ULTIMAGZ/Dava Ferdiansyah)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com — Salah satu sesi dalam acara BREXPERIENCE, Branding Outside The Box, menyadarkan kembali arti dari penjenamaan (branding) yang berbeda dengan pemasaran (marketing). Sesi bincang-bincang ini disiarkan secara langsung pada platform YouTube BREXPLOR pada Sabtu (27/03/21).

Dimoderatori oleh Gracia Tumakaka, ketiga pembicara yakni Tizar Shahwirman, Theresia Nadya, dan Jessica Hartana yang sudah berkecimpung dalam urusan branding di perusahaan ternama ini membagikan pengertian penjenamaan dari sudut pandang masing-masing. Salah satu hal yang dibahas adalah cara kerja penjenamaan yang berbeda dengan pemasaran. Pasalnya, Tizar mengungkapkan bahwa orang-orang tanpa disadari masih sering melakukan penjenamaan dengan teknik pemasaran di dalam perusahaan.

“Banyak orang di industry, tuh, sebenarnya melakukan brand building, membangun brand, tetapi mereka enggak sadar bahwa yang mereka lakuin itu adalah marketing,” tutur pria yang bekerja sebagai  Associate Manager – Digital Direct di AIA Financial tersebut.

Ia menganalogikan penjenamaan dan pemasaran sebagai karakter perempuan dan laki-laki. Perempuan umumnya membuat impresi baik di depan orang lain tanpa harus berkoar-koar, sama seperti penjenamaan. Sementara, pemasaran seperti laki-laki yang mengejar-ngejar seorang perempuan.

Branding itu adalah kita menarik perhatian tanpa kita harus effort. Tanpa kita harus keluarin banyak usaha,” jelas Tizar.

Selain Tizar, Theresia selaku Brand Manager dari Go-Food Indonesia juga memperdalam pemahaman peserta BREXPERIENCE dalam membangun suatu jenama. Ia memaparkan bahwa penting sekali untuk seseorang mengerti terlebih dahulu alasannya membangun suatu jenama dan paham betul akan kondisi pasar. Kedua hal tersebut harus dilakukan sebelum membuat jenama agar perusahaan yang dibangun memiliki fokus yang lebih terarah dan jelas.

Setuju dengan penjelasan Theresia, Jessica yang bekerja sebagai Brand Strategy Lead di Blibli menambahkan bahwa dalam membangun suatu jenama, seseorang perlu membangun relevansi jenama dengan konsumennya.

“Artinya, brand itu tuh bisa connect, bisa bicara dengan benar di kehidupannya mereka. Jadi, bukan cuma packaging-nya saja yang lucu atau iklannya yang keren,” jelas Jessica.

Mengangkat tema EDIFY dengan slogan Evolving Paradigm for Branding Survival, BREXPERIENXE merupakan salah satu rangkaian acara berbentuk konferensi dari BREXPLOR. BREXPLOR yang berasal dari kata branding dan explore adalah acara kompetisi, workshop, serta konferensi branding nasional pertama bertujuan untuk meningkatkan minat dan ilmu anak muda seputar dunia branding. Dijalankan oleh divisi eksternal HIMA Branding (Owl Club) S1 Universitas Prasetiya Mulya, BREXPLOR berlangsung dari 27 Februari–28 Maret 2021.

Penulis: Vellanda

Editor: Charlenne Kayla Roeslie

Foto: Dava Ferdiansyah