CREATIFEST 2021: Pentingnya Body Language dalam Berkomunikasi

Ghania (kiri atas) dan Kiky (kanan atas) menjadi tamu dalam sesi talkshow di Creatifest 2021 hari ke-2 pada Jumat (23/07/2021). (ULTIMAGZ/Timothy B.)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Creative Festival 2021 menghelat gelar wicara daring bertajuk “The Importance of Self: Body Language” yang memaparkan pentingnya body language untuk membantu seseorang berkomunikasi. Acara yang diselenggarakan pada Sabtu (24/07/21) ini digelar melalui kanal Youtube Creatifest.

“Komunikasi itu ga cuma pesan, tetapi juga kesan yang disampaikan. Makanya, body language itu penting untuk menyampaikan kesan yang baik,” jelas content creator Rizky Fauzi Latif atau yang akrab disapa Kiky sebagai salah satu narasumber. Ia pun menambahkan riset bahwa 70% komunikasi didominasi oleh body language

Kiky menjelaskan beberapa cara untuk melatih body language. Pertama, ekspresikan perasaanmu dan bersikap terbuka. Apapun yang sedang dirasakan lebih baik dijelaskan melalui gerakan tubuh diri sendiri. Kedua, penuh kesadaran dan rileks agar pesan yang disampaikan selaras dengan body language

Begitu pula dengan Content Creator TikTok Ghania Harsono yang menambahkan cara untuk tetap rileks. Menurutnya, nyaman dengan diri sendiri adalah kunci dari rileks. Setelah sudah nyaman, percaya diri adalah tahap berikutnya. 

“Ketika kita nyaman sama diri sendiri, kita percaya diri, kita keluarnya rileks, semua tuh berkesinambungan,” ucap Ghania menambahkan penjelasan Kiky. 

Ghania juga menjabarkan body language seseorang dapat dibaca. Lawan bicara yang menutup dirinya menandakan seseorang yang tidak nyaman untuk berkomunikasi. Lain halnya dengan seseorang yang melakukan eye contact, senyum, dan gerakan tangan menjadi tanda bahwa orang tersebut menerapkan open body language

Kiky juga menambahkan mengidentifikasi seseorang secara personality jangan dilakukan di awal karena orang masih akan melakukan adaptasi. Lebih baik kenal secara dalam terlebih dahulu. Tanda ketika seseorang mulai nyaman adalah dari tatapan mata, gerakan kaki, dan gerakan tangan. 

Bahasa tubuh pun juga berkaitan dengan personal branding. Sebagai content creator, Kiky menjelaskan personal branding terbentuk karena empat hal, salah satunya adalah body language. Dalam hal bisnis, body language menjadi penting karena bisnis berkaitan dengan trust (kepercayaan) customer

“Di ranah bisnis, kalau orang udah percaya, dia akan lebih gampang untuk ikutin apa yang kita mau,” jelas Kiky.

Di akhir webinar, Ghania dan Kiky membagikan tips penerapan body language terutama di dunia bisnis. Menurut Ghania, percaya diri, persiapan menguasai materi, dan rasa nyaman menjadi tiga poin utama yang ditekankan. Ia juga menambahkan hal sederhana yaitu senyum sebagai tanda bahwa orang tersebut akan terbuka dan mudah untuk berkomunikasi. 

Lain dengan Kiky yang lebih menekankan secara teknik. Menurutnya, fokus terhadap muka dan tangan, lakukan tatapan mata, menggerakkan alis ketika berbicara menjadi penting untuk diterapkan. Fokus juga kepada tangan untuk memperkuat pesan yang disampaikan. Body language itu merupakan bahasa yang harus ada maknanya.

Body language itu berkaitan dengan makna, apa yang kita gerakan harus ada maknanya,” tegas Kiky menjabarkan penjelasannya.

Poin terakhir yang disampaikan Kiky adalah percaya kepada diri sendiri. Bisnis berkaitan erat dengan client dan investor. Jika kita tidak percaya diri, bagaimana kedua hal tersebut bisa didapat.

“Penting banget untuk kita perhatiin dan sadar akan apa yang ingin kita sampaikan ke mereka,” tutup Kiky.

Creatifest 2021 sendiri merupakan acara yang diadakan oleh mahasiswa Program S1 Business Universitas Prasetya Mulya. Diharapkan acara ini dapat memberikan wadah bagi mahasiswa jurusan Business untuk menampilkan ide-ide bisnis. Konsep baru juga disajikan Creatifest 2021 yaitu 3D Virtual Bazaar yang membawa seluruh pengunjung untuk melihat virtual booths dan berbelanja berbagai produk. Selain webinar, Creatifest juga menyajikan acara lainnya seperti Producst Live Review dan workshop

 

Penulis: Maria Katarina

Editor: Xena Olivia

Foto: Timothy B. Hallatu