• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Saturday, January 24, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Event

Dewasa Ala Semar Lewat Lakon “Kanjeng Sepuh”

Adrianus Dwi by Adrianus Dwi
March 24, 2019
in Event
Reading Time: 2 mins read
Dewasa Ala Semar Lewat Lakon “Kanjeng Sepuh”

(Dari kiri) Akbar, Cak Lontong, dan Marwoto berlakon dalam pementasan ke-31 Indonesia Kita berjudul "Kanjeng Sepuh" di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu (23/03/19). (ULTIMAGZ/Devonseta)

0
SHARES
392
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Pementasan Indonesia Kita kembali hadir dengan lakon Kanjeng Sepuh di Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Sabtu (23/03/19). Pada pementasan pertamanya tahun ini, penonton diajak untuk merefleksikan bagaimana menjadi seseorang yang dewasa di era sekarang. Hal ini berkaca pada situasi politik Indonesia yang kerap menimbulkan banyak perpecahan di kalangan orang yang dianggap dewasa.

Di dalam pementasan, pemain sekaligus sutradara Kanjeng Sepuh Sujiwo Tejo mengatakan bahwa menjadi seorang dewasa tetap perlu memiliki jiwa anak-anak. Sosok dengan karakter tersebut ditampilkan pada pementasan ini dalam tokoh Semar. Ia digambarkan sebagai seorang tua yang masih memelihara sifat anak-anak yang riang dan usil.

Kemunculan karakter Semar bagi Sujiwo Tejo merupakan pertama kalinya sepeninggal sosok Gus Dur. Pria yang juga rutin menulis dalam rubrik mingguan Jawa Pos ini sudah tidak pernah memakai karakter Semar setelah mantan Presiden RI keempat tersebut wafat. Baginya, belum ada sosok yang menggantikan Gus Dur sebagai Semar dalam kehidupan nyata di negeri ini.

“Saat ini belum ada sehingga Semar-nya dalam khayalan saja. Pada kondisi ini, ketika antem-anteman kubu 1 dan kubu 2, saya jadi berpikir bahwa jiwa kanak-kanak yang ada dalam diri Semar perlu ditumbuhkan lagi,” ujar Sujiwo Tejo saat ditemui usai pementasan.

Sujiwo Tejo juga menambahkan, walaupun jiwa anak-anak itu dirasa penting, tetapi tetap ada batasan yang harus diperhatikan. Satu hal yang tidak bisa diambil dari sosok anak-anak ialah tanggung jawab. Seorang dewasa tetap harus memiliki tanggung jawab yang dewasa dengan imajinasi dan sifat pemaaf yang dimiliki oleh anak-anak.

“Yang bisa kita serap dari anak-anak itu kecenderungan untuk selalu ingat semua hal itu main-main. Nah, mereka lupa bahwa sebenarnya Pilpres ini permainan sehingga sekarang jadi pada fanatik,” tambah pria yang juga berprofesi sebagai dalang ini.

Pada pementasan kali ini, penonton terpaksa harus kehilangan celotehan khas dari Butet Kartaredjasa yang juga merupakan penggagas pementasan Indonesia Kita. Butet sedang jatuh sakit pada pementasan hari pertama sehingga terpaksa harus istirahat pada pementasan hari kedua. Hanya saja, hal tersebut masih bisa tertutupi dengan duo Cak Lontong-Akbar yang selalu melemparkan guyonan sarkastis yang khas dan kebolehan bermain peran dari Wulan Guritno.

 

Penulis: Adrianus Dwi Octaviano

Editor: Geofanni Nerissa Arviana

Foto: Devonseta Aldi

Tags: indonesia kitaKayan Productionseni budayasujiwo tejoteater
Adrianus Dwi

Adrianus Dwi

Related Posts

HUNT
Event

Mahasiswa UMN Gelar Treasure Hunt di Kampus lewat HUNT UMN 2025

December 9, 2025
Karya dari Satu Collective pada ADGI Design Week 2025.
Event

ADGI Design Week 2025: Lebaran Anak Desain Kembali Tahun Ini

December 6, 2025
Salah seorang pemain ganda putra saat rally dalam pertandingan perebutan tiket ke babak semifinal. (ULTIMAGZ/Peter Jonathan)
Berita Kampus

Padel Pop Buktikan Mahasiswa UMN Mampu Adakan Acara Olahraga Profesional

December 5, 2025
Next Post
Barasuara Getarkan Panggung The Sounds Project Vol. 4 Hari Kedua

Barasuara Getarkan Panggung The Sounds Project Vol. 4 Hari Kedua

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 + eleven =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021