Investalk 2019: Jangan Takut Memulai Investasi

Lo Kheng Hong, salah satu investor yang menjadi pembicara pada seminar Investalk 2019 di Universitas Multimedia Nusantara Sabtu (02/11/19). Topik yang dibahas dalam seminar ini adalah fungsi dan pentingnya setiap orang untuk melakukan investasi sejak dini. (ULTIMAGZ/Caroline S.)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Investor saham Lo Kheng Hong menegaskan bahwa seseorang tidak perlu takut dalam memasuki dunia saham. Hal tersebut dikatakannya dalam seminar Investalk  2019 di Lecture Theater Gedung P.K. Ojong Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Minggu (02/11/19). Dalam seminar itu, Lo Kheng Hong membagikan caranya dalam memilih saham untuk investasi.

“Dalam memilih saham perusahaan yang bagus, seorang investor tidak perlu merasa cemas dan waswas. Bijak dapat menghasilkan uang ketika ia tidur, bukan sebaliknya tidak bisa tidur karena investasi,” ungkap Kheng Hong.

Pria berusia 60 tahun ini menambahkan, investasi dilakukan untuk mendapatkan ketenangan di masa yang akan datang.  Namun, calon investor perlu melakukan beberapa pertimbangan sebelum membeli saham. 

“Kalau memilih saham, jika harganya murah tapi perusahaannya bagus dan potensinya ada, beli saja. Ini seperti ada pilihan antara membeli mobil Avanza harga normal dengan mobil Mercedes Benz harga Avanza. Ya saya pilih yang Mercedes Benz,” ujar Kheng Hong.

Lo Kheng Hong juga menjelaskan, dalam memilih saham, membaca laporan keuangan perusahaan merupakan hal yang penting. Hal tersebut dikarenakan laporan keuangan perusahaan menjadi salah satu sumber informasi penting bagi investor untuk melihat potensi perusahaan tersebut. 

“Lihat penjualannya, lihat labanya, dan lihat rasio keuangannya. Dari situ bisa dilihat apakah potensi untuk investasi menguntungkan atau tidak,” paparnya.

Menurut Kheng Hong, menanam saham di Indonesia memiliki cukup banyak peluang. Hal tersebut dikarenakan Bursa Efek Indonesia (BEI) menyediakan berbagai investasi yang menguntungkan. Namun, ia juga menyatakan bahwa seseorang tetap harus hati-hati dalam membeli saham.

“Perlu hati-hati dalam berinvestasi. Banyak saham yang biasa, tetapi harganya mahal,” pesan Kheng Hong.

Penulis: Theresia Amadea

Editor: Agatha Lintang

Foto: Caroline Saskia