ISEEC 2021: Menghadapi Ketidakpastian Industri Pasca Pandemi

Sandiaga Uno hadir sebagai special guest dalam Pre-event: Seminar 1 yang diselenggarakan oleh 21st Annual ISEEC pada Sabtu (07/08/2021) secara daring. (ULTIMAGZ/Rista Cynthia)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com — ISEEC 2021 telah menyelenggarakan pre-event seminar pertama pada Sabtu (07/08/21). Bertajuk “Business Resilience: The Continuity of Business to Grow Amidst The Uncertainties in Post Pandemic Industry”, ISEEC membahas lebih lanjut bagaimana industri bertahan pascapandemi yang menghantam.

“Saya berharap dengan menghadiri seminar ini para peserta yang ingin membangun industri kreatif bisa lebih waspada dengan ketidakpastian pada era pasca pandemi,” ungkap Project Officer ISEEC 2021, Hafsha Rasyida Sakti.

Seminar berbahasa Inggris ini mengundang tiga narasumber dari industri yang berbeda, yaitu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, CEO & Co-Founder Creativox Lukman Benjamin Mulia, dan COO & Founding Member Hangry Andreas Resha.

Dari sudut pandang Benjamin sebagai sosok yang berada dalam industri entertainment digital media yang berkembang sangat baik selama pandemi, COVID-19 ia pandang sebagai dua mata uang. Ben menerangkan bahwa kita dipaksa untuk istirahat, tapi di sisi lain juga harus melakukan praktik hustle.

“Dari sisi creative media, kita enggak sebegitunya ter-impact,” ungkap Ben, Sabtu.

Menurutnya, skill beradaptasi dan berkolaborasi menjadi sangat penting. Creativox telah berhasil bersatu padu dengan 14 media lainnya untuk melakukan sesuatu bagi negara dan rakyat Indonesia yang terdampak pandemi, seperti yang dapat terlihat di akun Instagram @digitalbergerak. Hal tersebut merupakan bukti nyata dari adaptasi dan kolaborasi yang mampu Creativox lakukan.

Kementerian Parefkraf sendiri memiliki gambaran percepatan pemulihan pasca pandemi yang disebut Quick Win 2021. Sandiaga menekankan bahwa yang terutama tentulah pekerjaan yang harus dipertahankan, pun dengan ekonomi dan pendapatan.

Kementerian juga menerapkan pemasaran dinamis yang memancarkan keautentikan Indonesia, selalu relevan, dan memastikan bahwa konten akan cukup menarik. Semuanya kembali lagi pada tiga pilar utama, yaitu inovasi, adaptasi, dan kolaborasi.

“Kita berkompetisi terlalu banyak pada masa lampau. Kita belum cukup menekankan bagaimana kita bisa melakukan sesuatu dengan lebih baik melalui kolaborasi,” ujar Sandiaga.

Di lain sisi, dengan banyaknya keterbatasan selama pandemi, multi-brand restoran virtual Hangry berusaha mengimbangi regulasi dan situasi yang berubah dan penuh dengan ketidakpastian.

Andreas dan timnya menyadari bahwa mereka perlu menyiapkan saluran agar dapat memperoleh informasi dengan cepat, sekalipun itu merupakan informasi yang berkualitas rendah. Hal tersebut termasuk membentuk departemen baru yang berhubungan langsung dengan lingkungan dan pemerintahan.

“Apa yang kami lakukan adalah kami tahu bahwa pemerintah pasti akan memberi kami panduan tentang bagaimana menjalankan bisnis, apa yang aman dan apa yang tidak aman,” jelas Andreas.

ISEEC 2021 merupakan ajang kompetisi tahunan Ikatan Mahasiswa Teknik Industri (IMTI) Universitas Indonesia. Tahun ini, ISEEC melangsungkan acara tahunannya yang ke-21 dengan mengadakan dua kompetisi, yakni Lomba Ilmiah Teknik Industri dan Industrial Olim untuk siswa SMA.

Selain itu, beberapa talkshow, workshop, dan seminar yang menarik juga akan digelar setelah pre-event ini dilaksanakan. Lebih lanjut, Ultimates bisa mengunjungi akun Instagram resmi mereka pada @iseec_ui.

 

Penulis: Andia Christy

Editor: Maria Helen Oktavia

Foto: Rista Cynthia