Jakarta Fashion Week 2019 Suarakan Dukungan untuk Desainer Muda Indonesia

Dalam konferensi pers JFW 2019 Rabu (17/10/18) beberapa desainer membahas rancangan desain yang telah dibuat. Selain itu para desainer pun siap menunjukkan hasil karyanya di Jakarta Fashion Week 2019 yang akan diselenggarakan pada 20-26 Oktober 2018 di Senayan City, Jakarta pusat. (ULTIMAGZ/Felisitasya Manukbua)
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Pihak Jakarta Fashion Week (JFW) menyatakan dukungannya pada industri kreatif para desainer muda Indonesia untuk mengembangkan bisnis dan fashion Indonesia. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers pekan mode terbesar Asia Tenggara yang diadakan di Senayan City

Sudah menjadi agenda tahunan bagi JFW untuk menampilkan koleksi terbaru. Di tahun ke-11 penyelenggaraannya, JFW bakal menampilkan koleksi dari 204 desainer dan label. Sebanyak 2.600 koleksi terbaru merupakan buah karya desainer mancanegara maupun lokal, termasuk yang tergabung dengan Indonesia Fashion Forward (IFF).

“JFW selalu mendukung para desainer muda Indonesia dalam mengembangkan talenta dan usaha dalam fashion,” ungkap Lenny Tedja, Direktur Jakarta Fashion Week.

Dalam kesempatan ini, Lenny juga menambahkan bagaimana cara JFW mendukung penuh industri kreatif generasi muda Indonesia.

“JFW memberi dukungan kepada generasi muda Indonesia, model-model pada JFW kali ini merupakan hasil audisi dari beberapa kota seperti Medan, Yogya, Surabaya. Ada juga lomba perancangan mode menswear dan aksesoris. JFW juga bekerja sama dengan KVB agar pelaku industri muda fashion Indonesia bisa menyuarakan brand dan desain mereka lebih luas,” tambah Lenny

Koleksi yang ditampilkan memiliki banyak ragam inspirasi tiap desainer atau brand. Seperti brand Saul menampilkan desain dengan menonjolkan struktur fashion era 1600-an.

“Kami ingin menghadirkan struktrur desain pada tahun 1600-an dengan bahan kain yang cocok di iklim tropis Indonesia seperti katun dan untuk menunjang strukturnya kami memiliki bahan khusus yang sulit didapatkan, agar struktur khas desain era 1600-an tetap terlihat,” ungkap Debora Mettu, desainer merek Saul.

Salah satu merek yang akan berkolaborasi dengan IFF mengangkat tema To Dream untuk mengajak kembali bermimpi setelah dilanda bencana.

“Koleksi terbaru heels dan slip on sepatu kami padukan dengan rajutan dari pengerajin dari Sumba. Sesuai dengan tema kami ‘To Dream’, diharapkan agar para korban bencana untuk bermimpi lagi,” jelas Kara Nugroho dari brand PVRA

 

Penulis: Theresia Amadea

Editor: Gilang Fajar Septian

Foto: Felisitasya Manukbua