KM Talks 5.0: Putuskan Generasi ‘Sandwich’ dengan Mulai Berinvestasi

Acara KM Talks 5.0 bertajuk "Guide to Start Financial Planning for Milennials" yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, pada Senin (18/07/20). (ULTIMAGZ/Kyra Gracella)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com—#KejarMimpi (KM) Talks 5.0 Tangerang Selatan lewat topiknya bertajuk “Guide to Start Financial Planning for Milennials” menyadarkan anak muda akan pentingnya investasi untuk putuskan generasi sandwich. Acara bincang-bincang pada Minggu (18/07/21) tersebut dihadiri oleh perencana keuangan bersertifikat Andhika Widjojo sebagai narasumber.

Sandwich generation itu ketika kita sudah tua, kita tidak punya penghasilan sehingga kita harus meminta anak kita. Anak kita itu berada seperti sandwich. Dia harus membiayi anaknya dan orang tuanya,” jelasnya.

Generasi sandwich merupakan istilah untuk kelompok individu yang harus memenuhi kebutuhan finansial kehidupan orang tua dan anaknya di samping dirinya sendiri. Tentu, ini bukanlah pola yang baik. Sebab dengan pola tersebut individu akan mendapatkan lebih banyak tekanan yang datang dari masalah finansial.

Namun, pola sandwich masih marak diterapkan masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan karena tidak adanya perencanaan keuangan yang matang dari generasi sebelumnya. Masyarakat tidak mempersiapkan kebutuhan finansial mereka ketika mereka tidak lagi berada di usia produktif.

“Padahal sebagai orang tua, tangan ke atas itu lebih bagus dari pada tangan ke bawah. Sebagai orang tua itu lebih banyak ngasih ke anak,” ucap Andhika.

Maka dari itu, perencanaan keuangan perlu dipersiapkan sejak dini. Salah satu caranya adalah dengan berinvestasi ketimbang memperkaya diri dengan aset pribadi yang tidak produktif mengembangkan finansial. Aset pribadi merupakan harta berwujud yang dimiliki seseorang seperti kendaraan, rumah, dan barang lainnya. Sedangkan, aset investasi adalah  harta berwujud atau pun tidak berwujud yang dapat memiliki kenaikan nilai di masa depan seperti tabungan, saham, obligasi negara, reksa dana, dan lainnya.

“Semakin muda kita, semakin banyak waktu untuk berinvestasi. Berinvestasi itu perlu waktu,” tegas Andhika.

Setelah itu, Andhika juga memaparkan beberapa tips untuk memulai investasi. Pertama, identifikasi diri Anda sebagai tipe investor konservatif, moderat, atau agresif. Tipe konservatif lebih memperhatikan keamanan dari pada keuntungan. Sebaliknya, moderat dapat menerima risiko sedang dan agresif menyukai risiko besar. Jika Anda adalah tipe konservatif, Anda cocok memulai investasi dengan obligasi negara, sedangkan moderat atau agresif dapat memulai dari saham atau properti.

Kedua, Anda perlu terus belajar dan mengikuti perkembangan dunia investasi. Salah satu caranya adalah dengan belajar melalui aplikasi simulasi investasi. Andhika merekomendasi aplikasi RTI Business sebagai awal mula belajar investasi. Di dalam aplikasi tersebut, terdapat data lengkap saham bursa efek Indonesia. Dengan begitu, investor pemula dapat belajar analisis saham.

KM Talks sendiri merupakan program gelar wicara dari komunitas sosial #KejarMimpi. Diinisiasi oleh CIMB Niaga, #KejarMimpi memiliki visi untuk membentuk generasi muda Indonesia secara positif dalam menerapkan nilai hidup. Penerapan dilakukan lewat upaya pengembangan dan motivasi diri yang baik.

 

Penulis: Vellanda

Editor: Andi Annisa Ivana Putri

Foto: Kyra Gracella