Menentukan Pilihan Sebagai Propsek di Masa Depan Bersama OKK UI 2020

OKK UI
Acara NGOBROLKUI yang diselenggarakan secara daring melalui ZOOM mengundang Manik (atas kiri), Dizza (atas kanan), dan Rivaldo (bawah kanan) selaku pembicara pada Jumat (25/09/20). (ULTIMAGZ/Kyra Gracella)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com — Universitas Indonesia (UI) mengadakan acara bincang dengan narasumber bertajuk “NGOBROLKUI” yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom pada Jumat (25/09/20). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Orientasi Kehidupan Kampus Universitas Indonesia 2020 (OKK UI 2020).

Dalam sesi pertama acara tersebut mengambil topik “Menentukan Pilihan Sebagai Propsek di Masa Depan” yang dihadiri oleh Dizza Aliftsa Agus, Rivaldo Gere Gurky, dan Manik Margamahendra. Hal yang pertama dibahas adalah motivasi yang mendorong mereka sehingga aktif mengikuti berbagai kegiatan ketika kuliah.

Menurut Dizza, lingkungan di UI berkontribusi untuk membuka kesempatan bagi para mahasiswa sehingga membuatnya termotivasi untuk menekuni hal-hal yang dia anggap menarik.

“Lingkungan UI itu dari tingkat jurusan sampai tingkat fakultas sampai universitas memang benar-benar membuka banyak kesempatan untuk mahasiswa. Kalau diseriusin, memang banyak berguna untuk mengembangkan diri dan masa depan kita sendiri,” ungkap Dizza.

Sementara itu, motivasi Rivaldo dan Manik lebih terdorong oleh tujuan hidup mereka. Rivaldo yang tadinya hanya ingin membuktikan bahwa orang tua pacarnya salah menilai dia, justru akhirnya menemukan tujuan hidup yang menjadi motivasi bagi dirinya.

That time I tried to see a bigger thing which is purpose dan di saat itu gue baru (menemukan) alasan gue adalah not just to achieve things dan mengambil kesempatan pada saat kuliah tapi untuk mengambil kesempatan mempercepat terjadinya my life purpose,” ujar Rivaldo.

Tujuan hidup Manik muncul dari cita-citanya saat kecil yang ingin menyejahterakan rakyatnya yang masih kurang mampu dengan menjadi seorang presiden. Seiring berjalannya waktu tujuan tersebut berubah melalui pengalamannya menyaksikan langsung orang-orang kurang mampu dan dirinya yang pernah terkena masalah ekonomi. Dari pengalaman tersebut, dia menemukan bahwa untuk berkontribusi tidaklah perlu untuk menjadi presiden melainkan keinginan untuk berbuat sesuatu.

“Ternyata yang memotivasi untuk terus bisa berkontribusi bukan cita-cita menjadi presiden, tapi ingin berbuat apa. Dari situlah aku mulai berpikir lagi ada hal yang bisa aku lakukan dan itu tidak hanya bermanfaat bagi diriku sendiri,” kata Manik.

Dari pernyataan mereka dapat dilihat bahwa hal-hal yang berada di lingkungan sekitar dapat menjadi motivasi bagi seseorang untuk menjadi lebih aktif. Selain Dizza, Rivaldo, dan Manik, masih terdapat enam narasumber lainnya yang diundang dalam acara ini, yaitu: Drs. A G. Sudibyo, Yaman Sangadji, Muhammad Yusuf, Naimma Aljufri, Dimas Ramadhan, dan Andreas Prasetya Putra. Keenam narasumber tersebut menghadiri dua sesi berikutnya dalam acara ini.

Penulis: Louis Brighton Putramarvino

Editor: Abel Pramudya

Foto: Kyra Gracella