Mengingatkan Kebhinekaan dalam Ramadhan Bersama Sinergi Muda

(kiri ke kanan) Wasisto Raharjo, Ilman Dzikri dan Ali Bin Z. menjadi pembicara di acara forum diskusi Kebhinekaan dalam Ramadhan yang digarap oleh Sinergi Muda bekerja sama dengan Indonesia Berbicara di Sinergi Muda HQ, Kemang Utara, Jakarta Selatan pada Sabtu (17/06/17).
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.COM – Dalam perjalanan menuju dihelatnya Indonesian Youth Conference 2017, organisasi Sinergi Muda bekerja sama dengan Indonesia Berbicara menggelar talk show dan open-space discussion bertajuk Indonesian Youth Pitstop. Mengusung tema “Kebhinekaan dalam Ramadhan” diskusi ini digelar di Sinergi Muda HQ, Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (17/06/17).

Dalam acara ini Ali Bin Z. dari Peace Generation; Ilman Dzikri dari Indonesian Network Coordinator for UN SDSN Youth; serta peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo mengajak pemuda yang hadir dalam acara tersebut untuk saling melihat bahwa keberagaman yang ada di sekitar dapat dimanfaatkan jadi peluang baik untuk berkontribusi secara positif demi Indonesia.

“Kita hargai perbedaan di antara kita, di antara masing-masing, perbedaan agama, ras, bahasa, budaya apapun,” ujar Ketua Sinergi Muda Stefanus saat menyambut hadirin yang duduk di lantai paling atas gedung di Kemang Utara tersebut.

Ilman Dzikri pun menjelaskan tentang program United Nations Sustainable Development Solutions Network (UN SDSN) Youth, yaitu Sustainable Development Goals (SDGs). Dia mengkaitkannya dengan masalah-masalah intoleransi di Indonesia yang kerap muncul belakangan ini.

Sustained Development Goals (SDGs) yang sedang diupayakan oleh Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) (Sumber: //unsdsn.org)

“Sekarang teman-teman lihat 17 masalah ini ternyata banyak ya. Tapi, bedanya masalah dulu dan masalah sekarang adalah masalahnya tidak bisa diselesaikan satu atau dua saja, semuanya saling terkait. Semakin ke sini, masalah semakin kompleks. Satu masalah tidak berdiri sendiri,” tegas Ilman.

Setelah forum diskusi dan perumusan masalah yang dibahas ketiga narasumber tersebut selesai, hadirin yang telah diundang dibagi menjadi kelompok-kelompok diskusi khusus sesuai dengan topik-topik keinginan mereka sendiri. Topik-topik seperti ras, gender, agama, dan budaya yang berada di Indonesia kini.

Open-space discussion ini dilakukan dalam kelompok dan membicarakan tentang apa yang menjadi masalah di setiap pandangan hadirin masing-masing. Lalu mereka bekerja sama untuk menyatukan suara tentang apa yang bisa menjadi sebuah solusi yang dapat dilakukan oleh mereka pribadi.

Penulis: Roberdy Giobriandi

Editor: Kezia Maharani Sutikno

Foto: Roberdy Giobriandi, unsdsn.org