Tampil di Synchronize 2019, Erwin Gutawa Menangis Usai Satu Jam Bersama ‘Chrisye’

Erwin Gutawa 'menghidupkan kembali' alm Chrisye melalui Synchronize Festival 2019 di di Dynamic Stage, Jakarta Expo Kemayoran, Jakarta Pusat (06/10/19). Usai pertunjukkan, Erwin terlihat menyeka air matanya dan menangis. (ULTIMAGZ/Ignatius Raditya Nugraha)
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Komponis Erwin Gutawa menangis pada akhir penampilannya, “Live Chrisye” pada hari ke-2 Synchronize Festival 2019 di Dynamic Stage, Jakarta Expo Kemayoran, Jakarta Pusat (06/10/19). Saat tampil, Erwin bercerita kepada para penonton bahwa alm Chrisye adalah seorang legendaris, bahkan tokoh inspirasi bagi semua pemusik di Indonesia.

“Saya sahabatnya, kita semua tahu bahwa kita selalu kangen dengan suara khasnya Chrisye. Karena Chrisye sudah menghipnotis kita selama 30 tahun. Sejak single pertamanya tahun 1977, lilin kecil sampai akhir hayatnya, dia selalu bernyanyi untuk kita semua,” kata Erwin diikuti seru ratusan penonton.

Untuk mengekspresikan rasa rindunya, Erwin mengajak para pemusik dari berbagai generasi untuk memainkan lagu-lagu  Chrisye pada hari ke-2 Synchronize Festival 2019. Terlihat pemusik-pemusik tersebut berumur dari 20-an hingga 40-an tahun. Mereka semua terlihat antusias untuk memainkan lagu-lagu idolanya pada malam hari itu.

Hal ini semakin terlihat pada penampilan “Kidung Abadi”. Lagu tersebut adalah ciptaan Erwin pada 2012, lima tahun setelah Chrisye meninggal. Erwin bercerita, “Kidung Abadi” adalah lagu hasil dari rasa penyesalan dirinya karena telah berperan menjadi music director album-album Chrisye, tetapi tidak pernah membuat satu lagu pun sebagai dedikasi terhadap Chrisye.

Namun, ada yang unik dari “Kidung Abadi”. Lagu ini adalah hasil kecanggihan teknologi dan bantuan para musikus untuk merangkai 246 suku kata dari suara asli Chrisye sehingga menjadi satu lagu baru.  

“Melodi dan musik saya ciptakan sendiri, lirik oleh Gita Gutawa, dan dinyanyikan oleh Chrisye sendiri. Lagu ini juga merupakan doa kami semoga arwah Chrisye diterima. Saya yakin Chrisye sedang tersenyum,” kata Erwin.

“Amin,” seru para penonton.

“Ku sadari waktu telah berlalu. Dunia pun tak seperti dulu. Lihatlah masa, berganti semua. Ku di sini, dan kau di sana,” – “Kidung Abadi” oleh Erwin Gutawa

Setelah semua lagu Chrisye selesai dimainkan, para pemusik dan penonton tidak menunjukkan euforia dan seruan pada akhir konser seperti biasanya, melainkan hening meninggalkan panggung. Pada saat inilah, Erwin terlihat mengusap air matanya.

Selamat jalan Chrisye, selamat beristirahat.

 

Penulis: Ignatius Raditya Nugraha

Editor: Nabila Ulfa Jayanti

Foto: Ignatius Raditya Nugraha