SERPONG, ULTIMAGZ.com – Saat ini, media sosial tengah dipenuhi konten video dengan teknik pengambilan gambar khas Wes Anderson. Namun, apakah Ultimates tahu apa saja sebenarnya ciri khas film garapan sutradara dengan nama lengkap Wesley Wales Anderson itu?
Anderson adalah seorang sutradara, penulis, dan produser asal Amerika Serikat (AS). Ia terkenal memiliki teknik pembuatan film yang unik dan mampu membuat penonton terpesona dengan visualnya.
Baca juga: “Isle of Dogs”, Perlihatkan Perjuangan Penyelamatan Sahabat Manusia
Berikut ini adalah empat ciri khas yang sering ditemukan dalam film-film buatan Anderson dan dianggap ikonik.
1. Gambar simetris
Salah satu ciri khas sutradara “Rushmore” (1998), “The Darjeeling Limited” (2007), dan “Isle of Dogs” (2018) ini adalah pengambilan gambarnya yang simetris. Dalam berbagai kesempatan, Anderson menempatkan objek tepat di tengah dengan latar yang seimbang pula.

Gambar yang simetris memberi kesan keharmonisan dan keteraturan. Melalui hal tersebut, Anderson berharap bisa membangun keseimbangan dari semua komposisi dalam karyanya dan penonton bisa memusatkan pikiran mereka.
“The Grand Budapest” (2014) menjadi karya pria kelahiran 1969 ini yang terkenal karena dipenuhi oleh adegan simetris. Namun, sebenarnya ia sudah menggunakan teknik ini sejak film pertamanya yaitu “Bottle Rocket” (1996).

2. Warna cerah
Jika menonton karya Anderson, Ultimates pasti menyadari bahwa film tersebut dipenuhi dengan warna cerah yang memanjakan mata penonton. Bahkan, setiap film garapannya memiliki palet warna yang spesifik, seperti contohnya dominasi kuning dan coklat di “Moonrise Kingdom” (2012).
Pemilihan warna dalam karyanya tidak dilakukan tanpa alasan, misalnya “Fantastic Mr. Fox” (2009) didominasi warna oranye untuk menggambarkan kehangatan. Di sisi lain, “The Life Aquatic with Steve Zissou” (2014) menggunakan warna biru untuk menciptakan suasana yang tidak pasti dalam film tersebut, dilansir dari offscreen.com.

Warna-warna cerah ditampilkan oleh pria berusia 56 tahun ini untuk membangun kenyamanan penonton, sekalipun pada adegan sedih. Palet warna ini pun digunakan untuk menonjolkan karakter dan cerita dalam film buatannya.
3. Aspek rasio
Umumnya, suatu film ditampilkan dalam aspek rasio yang sama dari awal hingga akhir. Namun, sutradara yang lahir di Texas ini sering menggunakan proporsi layar yang berbeda-beda dalam satu film.
Ketika menonton “The Grand Budapest Hotel” (2014), Ultimates akan disuguhkan tiga aspek rasio layar karena ceritanya meliputi tiga periode waktu. Melansir nofilmschool.com, hal ini dilakukannya agar penonton dapat memahami latar waktu cerita dengan mudah.
Aspek rasio 1.37:1 digunakan untuk adegan dengan latar waktu 1932. Adegan yang terjadi di era 1968 diambil dengan aspek rasio 2.40:1, sedangkan tahun 1982 ditampilkan dengan aspek rasio 1.85:1.

4. Pemilihan kostum
Desain kostum dalam karya sutradara penerima nominasi Oscar ini menjadi hal krusial dan telah menjadi ciri khasnya sampai sekarang. Tidak hanya unik, koleksi pakaian dan aksesoris dari film-film Anderson sering memiliki makna tersembunyi.

Hal ini terlihat dari pakaian para karakter di “The Royal Tenenbaums” (2001) yang fokus pada kisah keluarga disfungsional. Karakter Richie dan Margot masih terjebak dengan masa lalu, sehingga keduanya kerap memakai pakaian serupa dengan yang mereka kenakan semasa kecil mereka.

Baca juga: Sinopsis “The Good Bad Mother”, Kisah Haru Ibu dan Anak Mencari Kembali Memori yang Hilang
Berbeda dengan dua saudaranya, Chas mengubah total gaya berpakaiannya karena tidak mau dihantui kenangan kematian sang istri. Karakter Chas sangat lekat dengan baju olahraga merahnya. Warna tersebut digunakan untuk menunjukkan bahwa ia selalu siap mengawasi kedua anaknya.
Saat ini, Anderson sedang disibukkan dengan proses produksi film terbarunya yaitu “Asteroid City”. Film yang dibintangi Tom Hanks, Scarlett Johansson, dan Jason Schwartzman ini rencana akan ditayangkan pada 16 Juni tahun ini di AS.
Penulis: Cheryl Natalia
Editor: Vellanda
Foto: Cheryl Natalia, Focus Features, Sony Pictures, 20th Century Fox, Fox Searchlight Pictures, Buena Vista Pictures
Sumber: imdb.com, offscreen.com, nofilmschool.com