Ready or Not: Perburuan Berdarah pada Malam Pertama

Poster resmi "Ready or Not". (Foto: solopos.com)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – “Ready or Not” merupakan sebuah film produksi Fox Searchlight Pictures yang disutradarai oleh Matt Bettinelli-Olpin dan Tyler Gillett. Film yang tayang sejak Rabu (28/08/19) di Indonesia ini mengusung genre horor komedi dibalut dengan kengerian yang dapat membuat penonton bergidik serta terkikik di sepanjang film.

Film ini berpusat pada Grace (Samara Weaving), anggota baru dalam sebuah keluarga kaya raya nan eksentrik akibat pernikahannya dengan Alex Le Domas (Mark O’Brien). Namun, ia tidak bisa dengan mudah diterima sebagai keluarga oleh orangtua serta saudara Alex yang lain. Untuk itu, Grace harus mengikuti sebuah “permainan” yang selalu menjadi tradisi keluarga Le Domas ketika mereka memiliki anggota keluarga baru. 

Grace (Samara Weaving) dan Alex Le Domas (Mark O’Brien) dalam “Ready or Not”. (Foto: Fox Searchlight Pictures)

Ketika undian diambil dari sebuah kotak sakral, tulisan yang tertera pada kartu menyatakan bahwa mereka akan bermain petak umpet. Tetapi, ini bukanlah petak umpet biasa. Malam pertama yang seharusnya menyenangkan bagi Grace berubah menjadi ajang perburuan berdarah atas dirinya.

Kengerian yang disajikan dalam film ini terasa mirip dengan film garapan Bong Joon-ho yakni “Parasite” (2019), yang mempunyai banyak peristiwa aneh dalam sebuah keluarga yang eksentrik. Kendati demikian, “Ready or Not” menyajikan pertumpahan darah yang lebih sering, mengejutkan, dan mampu membuat penonton bergidik ngilu akibat visualisasinya. 

Walaupun pengambilan gambar yang bertempat di Kanada dilakukan di tiga lokasi berbeda, yakni Casa Loma, di sebuah hutan yang juga historis, dan sebuah daerah di Oshawa, latar tempat berhasil disambung dengan rapi dan seolah-olah tidak berpindah, sehingga sebagian besar adegan hanya terlihat di kediaman megah keluarga Le Domas. Selain itu, pengambilan gambar yang sering kali menggunakan teknik close up hingga extreme close up juga membuat ekspresi wajah tergambar dengan jelas.

Film berdurasi 95 menit ini diperuntukkan bagi penonton berusia 17 tahun ke atas. Oleh IMDb, film ini diberi skor 7,2/10, sedangkan Rotten Tomatoes memberi skor 87/100. Rating film ini pun mampu mengalahkan “The Lion King” (2019) dan “Hobbs & Shaw”.

Film ini pun dianggap ramah bagi Ultimates yang tidak berani menyaksikan film horor karena diimbangi dengan adegan komedi yang dengan cerdas diselipkan di berbagai adegan. Ketika menonton, pastikan untuk tidak melewatkan akhir cerita yang menyuguhkan plot twist epiknya. Hingga kini, “Ready or Not” masih bisa disaksikan di seluruh bioskop Indonesia.

 

Penulis: Maria Helen Oktavia

Editor: Audrie Safira Maulana

Foto: solopos.com, Fox Searchlight Pictures

Sumber: imdb.com, rottentomatoes.com