SERPONG, ULTIMAGZ.com — Serial musikal “The Sound of Magic” resmi rilis di Netflix pada Jumat (06/05/22). Drama ini merupakan adaptasi dari Webtoon karangan Ha Il-kwon berjudul “Annarasumanara”.
Serial musikal garapan sutradara Kim Seong-yoon mengusung genre musikal fantasi. Drama ini diperankan oleh deretan aktor serta aktris ternama, mulai dari Ji Chang-wook, Choi Seung-un, Hwang In-yeop, dan masih banyak lagi. Selama 6 episodenya, penonton disuguhkan kisah misterius dari seorang pesulap dan pelajar yang duduk di bangku SMA.
Baca juga: Lima Rekomendasi Drama Korea Adaptasi Webtoon
Persahabatan dan Bumbu Asmara

Kisah bermula ketika munculnya desas-desus akan adanya sosok pesulap hilang akal. Konon, pesulap itu tinggal di sebuah taman hiburan yang telah lama terbengkalai. Pada suatu hari yang kelam, Yoon Ah-yi (Choi Seung-un) tertimpa berbagai kesialan. Tanpa sengaja, ia tiba di taman hiburan terbengkalai dan bertemu sosok pesulap bernama Lee-eul (Ji Chang-wook).
Lambat laun, Yoon Ah-yi sepenuhnya mempercayai Lee-eul. Keduanya kerap menghabiskan waktu bersama. Lee-eul menjadi pelipur lara bagi gadis itu. Kehidupan Lee-eul perlahan berubah dan ia menemukan sosok kawan untuk bertukar cerita. Tak sampai di situ, Yoon Ah-yi juga mendapatkan sosok kawan baru bernama Na Il-deung (Hwang In-yeop).
Sampai suatu ketika, Na Il-deung yang merupakan murid terpintar di sekolah, turut bertemu dengan Lee-eul. Keduanya sempat berselisih paham. Hingga suatu ketika, sulap justru menyatukan Yoon Ah-yi, Na Il-deung, dan Lee-eul dalam ikatan persahabatan.
Cara Menjadi Dewasa

“Apakah kau percaya pada sulap?”
Dialog tersebut merupakan salah satu ucapan Lee-eul sepanjang serial. Tanpa disadari, kalimat itu berisi trauma masa lalu yang dipendamnya sejak kecil. Pria itu tumbuh menjadi sosok yang butuh validasi.
Tak jarang, Lee-eul ditolak atau dianggap gila akibat pertunjukan sulap yang ia lakukan. Padahal, ia hanya butuh seseorang untuk percaya pada kemampuan diri pria itu. Begitulah caranya untuk dapat menyembuhkan lukanya perlahan. Meskipun tak betul-betul sembuh, ia memilih untuk hidup bersama luka.
Penggambaran taman bermain yang terbengkalai merupakan salah satu pengibaratan akan Lee-eul yang tak ingin beranjak dewasa. Menurutnya, masa kecil merupakan salah satu hal bahagia yang tidak dapat digantikan.
Berbeda dengan Lee-eul, Yoon Ah-yi dan Na Il-deung memiliki problematikanya masing-masing dalam menjadi dewasa.
Yoon Ah-yi kehilangan harapan setelah ditinggal pergi oleh kedua orang tuanya. Ia dituntut untuk dewasa sebelum waktunya. Kerja pontang-panting tanpa peduli akan masa muda. Bagi Yoon Ah-yi, kehidupannya dimulai ketika bertemu dengan sulap. Kegiatan itu mampu membuatnya tertawa dan menemukan jati diri baru.
Sedangkan Na Il-deung kerap dikejar oleh kedua orang tuanya agar memperoleh hasil maksimal dalam setiap ujian. Tanpa disadari, ia tumbuh menjadi sosok ambisius dan tak ingin kalah. Perlahan, ia disadarkan oleh Lee-eul akan pentingnya memahami batasan diri. Manusia hidup tak melulu untuk nilai di atas selembar kertas.
Musik, Visual, dan Plot

Terlepas dari jalan cerita yang penuh lika-liku, “The Sound of Magic” menampilkan efek visual menarik dan mewujudkan makna dari dunia fantasi. Sinematografi yang ada, mulai dari pemilihan warna, tata ruang, hingga berbagai efek memperindah setiap adegan.
Dari segi komposisi musik, hampir keseluruhan lagu dalam serial terasa begitu megah. Tak sedikit musik di “The Sound of Magic” digarap menggunakan latar musik orkestra. Hal ini menambah kesan bahwa penonton turut diajak menjelajahi dunia fantasi. Selain itu, warna suara setiap pemain benar-benar disesuaikan dengan lagu yang dinyanyikan.
Baca juga: Kisah Persahabatan 5 Dokter Berbalut Komedi dan Musik dalam “Hospital Playlist”
Dari segi plot, beberapa permasalahan terasa diakhiri secara terburu-buru. Pada beberapa episode akhir, tampak penyelesaian masalah yang diputar dan dijatuhkan dengan cepat. Meskipun demikian, keseluruhan cerita tetap dapat dinikmati dengan cukup memuaskan. Ditambah lagi, “The Sound of Magic” merupakan serial musikal yang jarang ditemukan di tayangan serial Korea.
Bagi Ultimates yang menyukai serial musikal dengan genre musikal dapat menyaksikan “The Sound of Magic” di kanal Netflix.
Penulis: Graciella Olivia Widjaja
Editor: Nadia Indrawinata
Foto: Netflix, wolipop.detik.com
Sumber: kompas.com, kabarwonosobo-pikiranrakyat.com
Can you be more specific about the content of your article? After reading it, I still have some doubts. Hope you can help me.
Great! Thank you so much for sharing this. Visit my websitee: free stresser
Your article helped me a lot, is there any more related content? Thanks!
Your point of view caught my eye and was very interesting. Thanks. I have a question for you.