JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Studio Bumilangit akhirnya meluncurkan Jagat Sinema Bumilangit pada Minggu (18/08/19). Bekerja sama dengan Screenplay Films, studio yang berfokus pada pengembangan komik-komik klasik sejak 2003 ini telah melebarkan sayapnya ke dunia perfilman Indonesia.
Serupa dengan Marvel Cinematic Universe (MCU) atau DC Extended Universe (DCEU) asal Amerika Serikat, Jagat Sinema Bumilangit merupakan seri film live-action yang diadaptasi dari komik-komik jagoan Indonesia terbitan Bumilangit. Film pertamanya yang bertajuk Gundala akan tayang pada 29 Agustus mendatang.
Melalui unggahan di akun media sosial Instagramnya, sutradara sekaligus Produser Kreatif Bumilangit Joko Anwar mengumumkan 19 karakter dan pemeran yang akan hadir dalam jilid pertama Jagat Sinema Bumilangit. Selain karakter Gundala yang diperankan oleh Abimana Aryasatya, beberapa karakter yang akan mendapatkan sorotan antara lain adalah Sri Asih (Pevita Pearce), Godam (Chicco Jerikho), Tira (Chelsea Olivia), dan Mandala (Joe Taslim).
“Kami sudah membuat benang merah cerita dan perkembangan tiap karakter. Nantinya dikembangkan lagi oleh setiap sutradara dan penulis untuk tiap filmnya. Jadinya, karakter dan cerita akan sangat terjaga,” ujar Joko seperti yang dikutip dari Antaranews.com.
Jilid pertama Jagat Sinema Bumilangit sendiri terdiri dari delapan buah film. Diawali dengan Gundala, seri film ini akan dilanjutkan dengan Sri Asih, Godam & Tira, Si Buta dari Gua Hantu, Patriot Taruna, Gundala Putra Petir, Mandala Golok Setan, hingga akhirnya ditutup dengan Patriot. Menariknya, film Patriot Taruna dan Patriot mengangkat konsep tim jagoan layaknya Avengers dan Justice League.
Dilansir dari Kompas.com, Bumilangit dan Screenplay Films akan meluncurkan dua film per tahun dalam lima tahun ke depan. Tahun ini, film Gundala dan Si Buta dari Gua Hantu, yang masing-masing disutradarai oleh Joko Anwar dan Timo Tjahjanto, akan menjadi pionir dari dua kategori jagoan dalam semesta Bumilangit, yaitu adisatria (patriot) dan pendekar (jawara).
“Pendekar itu ilmu yang sifatnya lebih dekat ke daerah dan sejarah. Adisatria lebih dekat dengan kekinian, modern,” pungkas General Manager Bumilangit Komik Is Yuniarto, dikutip dari Kompas.com.
Penulis: Charlenne Kayla Roeslie
Editor: Audrie Safira Maulana
Foto: idntimes.com
Sumber: bumilangit.com, instagram.com, antaranews.com, kompas.com