“One of Us is Lying” Suguhkan Kisah Misteri Anak SMA

(sumber: amazon.com)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Bagaimana rasanya ketika berada di ruang ditensi, salah satu teman kelas kita tiba-tiba meninggal? Padahal, dalam ruangan hanya ada lima orang. Itulah kejadian yang menimpa Bronwyn, Addy, Nate dan Cooper ketika Simon tiba-tiba kehilangan nyawanya. Mereka pun masuk ke dalam daftar tersangka dalam kisah di buku “One of Us Lying”.

Cerita langsung dibuka pada awal mula peristiwa yang membawa para karakter masuk ke dalam ruang ditensi. Cerita dinarasikan dengan sudut pandang berbeda oleh empat karakter utama dalam buku. Brownyn si gadis pintar, Addy yang berparas cantik, Nate si berandal yang sedang dalam masa pemulihan dan Cooper si atlet kasti populer. Keempatnya berjuang menguak fakta di balik kematian Simon, siswa pengelola aplikasi gosip sekolah, yang tiba-tiba.

Alur cerita mengalir, dimulai setelah Simon ditemukan meninggal di ruang ditensi. Selain dinarasikan dengan empat sudut pandang, hadir juga keteranganjam dan tanggal. Secara garis besar, pembaca akan mengenal keempat karakter tersebut dan apa peran mereka masing-masing sebelum kejadian yang menimpa Simon. Keempatnya mengaku tidak terlibat dalam pembunuhan Simon, namun pihak berwajib menduga bahwa kematian tersebut bukanlah kematian yang tidak disengaja.

Sampul novel “One of Us is Lying” (sumber: goodreads.com) 

“One of Us is Lying” mengajak para pembaca untuk ikut menebak siapa yang bersalah atas peristiwa meninggalnya Simon. Seperti keterangan yang tertera pada sampul belakang novel, cerita dalam buku ini dinilai seperti gabungan dari film The Breakfast Club (1985) dan serial TV Pretty Little Liars (2010-2017).

Novel bergenre misteri ini ditulis oleh penulis Karen M. McManus dan rilis pada Mei 2017. Selama lima minggu berturut-turut sejak awal rilis, novel ini menduduki posisi sebagai New York Times Best Seller. 

Mengutip dari Publisherweekly.com, Karen mendapat inspirasi cerita ini saat ia menyetir dan mendengarkan radio. Lalu-lagu soundtrack film The Breakfast Club, “Don’t You (Forget About Me)” karya Simpe Minds dimainkan. Saat itulah ide datang dan mendorongnya untuk membuat cerita ini.

“Saya mulai berpikir, akan menyenangkan untuk menulis pembaruan film itu (Breakfast Club) tetapi dengan sedikit twist,” tutur Karen. Akhirnya ide The Breakfast Club dengan pembunuhan pun hadir.

Novel “One of Us is Lying” memperoleh rating 4.1/5 bintang di situs jaringan katalog sosial  Goodreads.com dan 4/5 bintang oleh Common Sense Media.

“Ini seru, misteri pembunuhan yang asyik dan akan membuat pembaca ingin menebak hingga akhir,” kata pengulas buku Mary Cosola, dikutip dari Commonsensemedia.org. Buku ini pun telah diterjemahkan pula ke dalam versi Bahasa Indonesia.

Pada bulan Januari 2019, Karen M. McManus pun sudah merilis novel terbarunya dengan judul “Two Can Keep A Secret”. Novel ini bukan merupakan lanjutan dari “One of Us is Lying”, tetapi memiliki unsur misteri yang serupa.

 

Penulis: Rachel Rinesya Putri

Editor: Hilel Hodawya

Foto: amazon.com

Sumber: goodreads.com, publisherweekly.com