• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Wednesday, March 11, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Hiburan Mode

Pita Tetap Jadi Tren Fesyen 2024, Simak Alasannya!

Kristy Charissa Lee by Kristy Charissa Lee
March 10, 2024
in Hiburan, Mode
Reading Time: 6 mins read
Pita

Musisi Griff menggunakan merek Simone Rocha untuk London Fashion Week 2023. (Getty Images)

0
SHARES
393
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Apakah Ultimates menyadari bahwa pita tetap menjadi tren fesyen sejak 2023? Baik di peragaan busana maupun dunia nyata, pita adalah aksesoris andalan nyaris semua wanita. Tanpa perlu dimodif, sebuah pita dapat merubah pakaian sederhana menjadi tampilan yang manis.

“Pita fesyen sedang ngetren sekarang karena wanita benar-benar condong ke sisi feminin mereka tahun ini,” ujar pengarah gaya dan pembelanja pribadi Elizabeth Kassab, dilansir dari realsimple.com. 

Baca juga: Fesyen: Sarana Ekspresi Diri Tanpa Batasan Gender

Salah satu merek yang mendorong tren ini adalah Sandy Liang. Hal itu tampak dari gaya rambut milik model mereka yang dihiasi dengan berbagai ukuran pita. Gaya ini diikuti oleh ratusan wanita di TikTok yang terinspirasi oleh model-model tersebut. 

Dalam skala kecil, tren ini dapat berupa jepitan rambut dengan ukuran sedang yang biasa diletakkan di belakang kepala. Namun, merek pelopor tren pita lainnya seperti Simone Rocha menunjukkan ada banyak varian yang bisa dilakukan.

Model di ajang fesyen musim gugur/dingin Simone Rocha. (herworld.com)
Model di ajang fesyen musim gugur/dingin Simone Rocha. (herworld.com)

Sejarah Pita di Dunia Fesyen

Melansir harpersbazaar.com, pita sudah ada sejak zaman kuno. Sebuah kumpulan pita terbuat dari emas diperkirakan berasal dari tahun 2600 hingga 2500 sebelum masehi. Pada zaman itu, pita juga dapat digunakan sebagai aksesoris selain untuk alasan praktis.

Walaupun sudah lama ada, pita mulai naik daun di Perancis pada akhir abad ke-16, dilansir dari mhscardinalchronicle.com. Berbeda dengan stigma sekarang, pita dulu digunakan oleh para pria Perancis karena popularitas gaya rambut lovelock. Pada akhir abad ke-17, pita mulai digunakan juga oleh para wanita, tetapi pria Perancis tidak meninggalkan pita ketika gaya lovelock kehilangan popularitas.

Lukisan “Henri II de Lorraine” menggunakan gaya rambut lovelock karya Sir Anthony van Dyck. (mhscardinalchronicle.com)
Lukisan “Henri II de Lorraine” menggunakan gaya rambut “lovelock” karya Sir Anthony van Dyck. (mhscardinalchronicle.com)

Aksesoris rambut itu berubah posisi ke leher dan dinamakan cravat yang menjadi dasi kupu-kupu di masa kini. Cravat pertama kali digunakan oleh tentara bayaran Kroasia yang bertugas dalam Perang Tiga Puluh Tahun di Jerman. Hal itu pun menarik perhatian Raja Louis XIII dan cravat diperkenalkan ke masyarakat kelas atas. 

Mengutip personalized-ribbons.com, pita kemudian menjadi simbol kekayaan di kalangan kaum bangsawan. Hal ini dapat dilihat dari gaun-gaun Ratu Perancis Marie Antoinette yang diduga mencintai pita rambut hingga penata rambutnya mengeluarkan uang sebesar Rp355.470.400.

Awal Mulai Dominasi Tren Pita 

Melansir culted.com, popularitas pita meningkat pesat pada November 2023, bahkan mencapai 4,3 miliar tampilan di TikTok. Namun, sebelum tren tersebut, ada selebrasi kewanitaan selama 2023 yang mendorong citra pita. Munculnya pengumuman Eras Tour dari Taylor Swift dan film “Barbie” (2023) menyemangati kalangan perempuan atas identitas mereka. Tren seperti girl dinner dan girl math mulai mendominasi TikTok sepanjang tahun tersebut. 

Walaupun mayoritas pengikut tren ini adalah wanita yang sudah bekerja, mereka mulai mengakui diri sebagai seorang gadis muda. Tren seperti I’m just a girl juga ikut naik daun yang mana para wanita mengunggah video menunjukkan elemen feminin dan kepolosan di hidup mereka.

@zoenavarrete_ vogue beauty secrets💗🫶🏻 #imjustagirl #imjustagirlintheworld #girls #pink #makeup #makeuproutine #aesthetic #voguebeautysecrets #voguebeautysecretsariana #arianagrande #arianagrandefan ♬ just a girl – marley

“Kita diajari bahwa ‘keperempuanan’ adalah hal yang buruk sehingga sangat seru dan menenangkan untuk menikmati sesuatu yang mayoritas merasa mungkin harus disembunyikan atau tidak dapat diakses di masa remaja,” ujar pembawa acara siniar “Adulting” Oenone Forbat, dikutip dari dazeddigital.com.

Hal ini mempengaruhi dunia fesyen dengan naiknya popularitas merek Selkie dengan gaun-gaun indah mereka. Desain indah tersebut mendorong naiknya tren cottagecore dan princesscore sehingga muncul balletcore yang mengambil inspirasi fesyen dari penari balet.

Seorang model di New York Fashion Week 2023. (essence.com)
Seorang model di New York Fashion Week 2023. (essence.com)

Pertama kali muncul pada 2022, estetika ini mengalami peningkatan popularitas di TikTok pada 2023. Balletcore kemudian keluar dari lingkungan TikTok dan memasuki dunia desainer dengan munculnya koleksi yang terinspirasi dari tren tersebut. Melansir fashionunited.com, tren ini ikut populer bersama dengan kursus balet untuk orang dewasa. 

Munculnya balletcore di kehidupan sehari-hari mempermudah elemen-elemennya naik daun juga. Salah satu elemen tersebut adalah pita yang menjadi atraksi utama pada 2024.

Hubungan Estetik Coquette dan Pita

Masih terbawa arus tren 2023, pita tetap menjadi aksesoris idaman hingga 2024. Adanya tren baru, yaitu coquette juga membantu pita menjaga citranya. Melansir rri.co.id, tren ini memadukan unsur keanggunan klasik dengan sentuhan modern. Warna merah muda, putih, pita, rok, dan renda merupakan bagian penting dari estetika ini. Kata coquette berarti seorang wanita yang menggoda, tetapi estetikanya fokus kepada aspek romantis dan ceria.

“Tren fesyen coquette adalah pemahaman Gen Z (generasi Z) terhadap gaya genit, lembut, dan hiper-feminin yang mengacu pada era Victoria,” ujar penata gaya Marisa Ledford, dikutip dari people.com.

Sebuah tren yang sempat beredar baik di TikTok maupun Instagram berupa ungga video wanita yang memasang pita di objek sekitarnya. Objek tersebut dapat berupa alat dandan, jari mereka, dan bahkan makanan sebagai lelucon. Tren ini diikuti dengan lagu “Let The Light In” karya Lana Del Rey.

@d3svel4d0 Coquette frijoles 🎀💕🌸 #coquette #frijoles ♬ оригинальный звук – Carmen

Baca juga: Mengenal “Tote Bag” dan Beberapa Jenis Kainnya

Jika melihat ajang fesyen tahun ini, dapat disimpulkan bahwa pita belum akan dipensiunkan. Merek Prada baru saja meluncurkan koleksi mereka yang didominasi oleh pita pada Kamis (22/02/2024). Melansir instyle.com, para seleb juga mengenakan banyak aksesoris tersebut di Spring Couture Week 2024.

Foto tiga model di Prada Fashion Week 2024. (stylecaster.com)
Foto tiga model di Prada Fashion Week 2024. (stylecaster.com)

Dengan banyaknya merek yang merilis gaya pakaian bernuansa pita, estetika coquette pun turut menjadi perhatian bagi khalayak di seluruh dunia. Jadi, apakah Ultimates akan mencoba aksesoris universal ini?

 

 

Penulis: Kristy Charissa Lee

Editor: Jessie Valencia

Foto: Getty Images, herworld.com, mhscardinalchronicle.com, essence.com, musicmundial.com, stylecaster.com

Sumber: realsimple.com, harpersbazaar.com, mhscardinalchronicle.com, personalized-ribbons.com, culted.com, dazeddigital.com, fashionunited.com, teenvouge.com, rri.co.id, people.com, stylecaster.com, instyle.com

Tags: balletcorebowcorebowscoquettecoquette corecottagecorecutecorefashionfashion weekfemininfesyenfesyen 2024fesyen girlyfrillsI'm just a girllana del reymodeNew York Fashion Weekpitaprada fashion week 2024princesscoresandy liangselkiesimone rochatren fesyen 2024
Kristy Charissa Lee

Kristy Charissa Lee

Related Posts

Goodbye Eri
Literatur

Goodbye Eri: Ketika Duka Menjadi Seni

March 11, 2026
George Russell (Mercedes) memenangkan Australia Grand Prix Formula 1 (08/03/2026) (Formula 1)
Hiburan

Era Baru, Dominasi Baru: George Russell Bawa Mercedes Kuasai GP Australia 2026

March 10, 2026
Alternatif
Iptek

Dari Lolita Hingga Gyaru: Kenali Dunia Fesyen Alternatif dari Jepang

March 10, 2026
Next Post
Walking tour. (Foto: istockphoto/Peera_Sathawirawong)

Walking Tour: Ide dan Solusi Wisata Sehat dan Anti Macet

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten − eight =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021