13 Tahun Berlalu, The Adams Kembali dengan Album ‘Boxset’

The Adams dalam konferensi pers album ketiga “Agterplaas” di Studio Palem Kemang, Jakarta Selatan pada Kamis (07/03/19). (ULTIMAGZ/Anisa Arifah)
Share:

JAKARTA,ULTIMAGZ.com – Setelah melepas album kedua 13 tahun yang lalu, grup musik The Adams kembali dengan album terbaru berbentuk boxset, Rabu (06/03/19). Mulai digarap sejak 2009, album bertajuk Agterplaas menjadi album terlama yang digarap grup musik bergenre rock itu.

“Rencana bikin album baru itu dari 2009,” ujar vokalis sekaligus gitaris The Adams Saleh Husein.

Grup musik indie yang digawangi Saleh Husein (vokalis, gitaris), Ario Hendarwan (vokal, gitar), Gigih Suryo Prayogi (vokal, drum), dan Pandu Fathino (vokal, bas) tidak menampik jika kesibukan masing-masing personel menjadi kendala utama mereka.

“Karena yang paling susah kumpul itu Gigih,” tutur vokalis yang akrab disapa Ale itu diiringi tawa.

Di samping persoalan waktu, menurut Ale proses aransemen lagu di album ketiga mereka juga jadi kendala. Demi bereksperimen dalam album Agterplaas, The Adams bahkan berkali-kali mengulang proses rekaman untuk mengubah kunci dan tempo lagu.

Tak hanya menyajikan kumpulan lagu berbentuk CD, album boxset  milik The Adams juga menyuguhkan dokumenter proses rekaman mereka. Menurut Ario, momen berkumpul dengan seluruh personel dan saling diskusi merupakan proses yang paling menyenangkan dalam pembuatan sebuah karya.

“Ini proses selama 13 tahun,” ungkap Ale sembari membuka isi boxset album Agterplaas.

Kata Agterplaas ditemukan Ario secara tidak sengaja setelah melakukan pencarian bahasa asing di aplikasi penerjemah. Agterplaas memiliki arti teras belakang. Kata tersebut menyimpan makna tersendiri bagi mereka, pasalnya teras belakang merupakan lokasi studio pribadi Gigih yang menjadi saksi pembuatan album terbaru The Adams.

 “Jadi, kayak menggambarkan kalau kita bikinnya di teras belakang,” pungkas Gigih.  

 

Penulis: Anindya Wahyu Paramita

Editor: Nabila Ulfa Jayanti

Foto: Anisa Arifah