• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Saturday, March 14, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Hiburan Film

“The Grand Budapest Hotel” Manjakan Penonton dengan Latar Merah Muda dan Cerita Humoris

Radella Dagna by Radella Dagna
September 30, 2024
in Film, Hiburan, Review
Reading Time: 3 mins read
Ralph Fiennes dan Tony Revolori dalam salah satu cuplikan di film "The Grand Budapest Hotel" (uclfilm.com)

Ralph Fiennes dan Tony Revolori dalam salah satu cuplikan di film "The Grand Budapest Hotel" (uclfilm.com)

0
SHARES
639
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Penuh dengan warna merah muda yang mendominasi tiap sudut, “The Grand Budapest Hotel” menyajikan kisah mengenai hidup di tengah kemewahan sebuah hotel di pegunungan Zubrowka.

Film yang dirilis pada 2014 ini diceritakan dalam beberapa lapisan narasi yang dimulai dari seorang penulis. Ia berkunjung ke hotel tersebut dan bertemu dengan Zero Moustafa (Tony Revolori), pemilik hotel yang kemudian menceritakan mengenai masa lalunya.

Baca juga: Transformers One Ceritakan Masa Belakang Tragis Dua Sahabat

Cerita beralih ke 1930-an,  saat The Grand Budapest Hotel sedang dalam masa-masa emasnya. Pada saat itu, Gustave H. (Ralph Fiennes) dikenal karena dedikasinya dalam melayani para tamu, mulai dari para bangsawan, selebriti, hingga tokoh-tokoh terpandang. 

Gustave digambarkan sebagai pelayan yang memiliki hubungan khusus dengan banyak tamu, seperti Madame D. (Tilda Swinton), seorang perempuan tua kaya raya. Ketika Madame D. meninggal, Gustave mendengar menemukan dirinya menjadi pewaris sebuah lukisan berjudul “Boy with Apple”. Namun, keluarga Madame D. tidak senang dengan keputusan tersebut.

Putra Madame D yang bernama Dmitri (Adrien Brody), menuduh Gustave telah memanipulasi ibunya dan ia berupaya untuk merebut kembali lukisan tersebut. Dmitri menjebak Gustave dalam kasus pembunuhan. Akhirnya, Gustave ditangkap dan meminta bantuan Zero yang pada saat itu hanya menduduki peran sebagai penjaga lobi. 

Gustave dan Zero akhirnya menjalankan hari sebagai buron dan berpetualang untuk mengungkapkan rahasia mengenai wasiat Madame D. Sementara itu, The Grand Budapest Hotel mulai kehilangan kejayaannya seiring dengan kekacauan yang melanda Zubrowka.

“The Grand Budapest Hotel” menawarkan lebih dari petualangan seru yang penuh dengan komedi absurd. Ceritanya berlapis-lapis, dimulai dengan penulis yang mengingat kembali kisah yang diceritakan oleh Zero. Film ini juga menyinggung tema kesetiaan yang bisa dilihat dari Zero yang tetap menemani Gustave di tengah-tengah konflik dan meneruskan The Grand Budapest Hotel bertahun-tahun lamanya.

Selain plotnya yang menggaet perhatian, film yang dibintangi juga oleh Billy Murray dan Willem Dafoe juga memiliki sinematografi sebagai kekuatan utamanya untuk memanjakan mata penonton. Setiap frame nya terasa seperti lukisan dengan palet warna merah mudah dan oranye, dengan sedikit sentuhan biru.

“Kebanyakan inspirasi untuk hotel itu datang dari kunjungan kami ke Karlovy Vary di Republik Ceko,” jelas Art Director film tersebut, Adam Stockhausen, dikutip dari nationalgeographic.com. Ia juga menambahkan bahwa desain hotel tersebut terinspirasi dari Grandhotel Pupp dan beberapa riset hotel-hotel di Eropa seperti di London, Skotlandia, dan Switzerland.

Film ini disutradarai oleh Wes Anderson yang memiliki ciri khas dalam pembuatan film yaitu pengambilan gambar yang simetris. Meski film tersebut menggambarkan kekacauan konflik politik dan ketegangan, Anderson mampu memberikan rasa keseimbangan dan keteraturan. 

“The Grand Budapest Hotel” berhasil meraih beberapa penghargaan seperti Best Comedy Movie di Critics Choice Awards 2015, Best Original Screenplay di Chicago Film Critics Association, dan Best Score Soundtrack for Visual Media di Grammy Awards 2015, dilansir dari imdb.com.

Baca juga: Drama Korea “The Frog”, Mimpi Buruk Pemilik Motel yang Penuh Misteri

Film tersebut juga memperoleh skor 92 persen dari kritikus dan 87 persen dari audiens di bioskop, dikutip dari rottentomatoes.com.

Dengan durasi 100 menit, Ultimates bisa melihat keindahan sinematografi karya Wes Anderson sekaligus dihibur dengan cerita humoris. Apakah Ultimates tertarik untuk menonton karya Wes Anderson yang satu ini?

 

Penulis: Radella Dagna 

Editor: Cheryl Natalia

Foto: uclfilm.com

Sumber: imdb.com, rottentomatoes.com, nationalgeographic.com

 

Tags: filmfilm komedifilm petualanganhollywoodralph fiennesreviewReview Filmthe grand budapest hoteltony revoloriwes andersonwillem dafoe
Radella Dagna

Radella Dagna

Related Posts

Beberapa film Remake dan Reboot di Hollywood (hollywoodinsider.com)
Film

Fenomena Remake dan Reboot di Hollywood: Apa Alasannya?

March 13, 2026
The Professor and the Madman
Film

The Professor and the Madman: Persahabatan di Balik Kata

March 12, 2026
Goodbye Eri
Literatur

Goodbye Eri: Ketika Duka Menjadi Seni

March 11, 2026
Next Post
Foto astronot di luar angkasa. (nasa.gov)

Ada Banyak Objek Bercahaya, Tetapi Kenapa Luar Angkasa Gelap?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen + 17 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021