SERPONG, ULTIMAGZ.com – Pada 1968, lahir band funk rock bernama Funkadelic yang mendorong musik funk di Amerika Serikat dan dunia. Dibentuk oleh George Clinton di New Jersey, awalnya Funkadelic berperan sebagai backing band. Namun, seiring berjalannya waktu, anggota awal dari band ini semakin mengarah pada eksplorasi sonik psychedelic.
Salah satu album yang dianggap fenomenal adalah album ketiga dari band funk rock ini yang berjudul Maggot Brain. Maggot Brain dirilis pada 1971 dengan menghadirkan kombinasi musik psychedelic, jaz, rok, dan funk yang menyatu sehingga menciptakan gelombang sonik baru pada masanya. Gitaris Eddie Hazel adalah sosok yang cukup berpengaruh dalam keberhasilan album Maggot Brain. Mengutip funkretrospect.com, Eddie Hazel diminta oleh Clinton untuk bermain layaknya baru saja mendengar kabar duka dari ibunya, sehingga menciptakan sonik gitar yang penuh emosi dan penghayatan mendalam.
Baca juga: Dari Wasteland ke Icon: Brent Faiyaz, Sonik, dan Konsep Baru
Maggot Brain terdiri dari tujuh lagu dengan durasi 36 menit. Salah satu yang banyak menarik perhatian adalah lagu “Super Stupid”. Lagu ini mendemonstrasikan gaya unik Hazel ketika bermain gitar sehingga merepresentasikan suara khas Funkadelic. Lagu lain yang menjadi bagian menarik dari album ini adalah “Back In Our Minds”. Pendengar dapat merasakan keunikan lagu ini saat mendengar suara menyerupai botol atau gelas kaca yang membentuk sonik funky. Lagu “Back In Our Minds” terasa seperti sebuah perjalanan menuju pintu keluar setelah bertamu.

Maggot Brain menjadi inspirasi dan sonik fundamental bagi berbagai generasi musisi. Mengutip npr.org, musisi seperti Red Hot Chili Peppers hingga Childish Gambino mengakui bahwa karya besar Funkadelic memengaruhi dan menginspirasi musik mereka. Mengutip thefader.com, Childish Gambino secara terang-terangan mengatakan bahwa Maggot Brain karya Funkadelic membawa pengaruh dalam album Awaken, My Love!. Pengaruh tersebut tidak hanya terasa dari sisi sonik, tetapi juga terlihat dari inspirasi visual, yaitu sampul albumnya.
Baca juga: Panchiko: Band yang Raih Kesuksesan 20 Tahun Setelah Bubar
Bagi musisi, menciptakan sebuah sonik atau jenis baru merupakan hal yang akan diingat dan dikenang dalam jangka panjang. Funkadelic hingga saat ini dikenal sebagai pionir musik psychedelic funk atau p-funk. Eksistensi Funkadelic bertahan cukup lama melalui spin-off atau penerusnya, seperti The Brides of Funkenstein, Bootsy’s Rubber Band, hingga Parliament-Funkadelic. Pergantian nama dan anggota tidak mengubah sonik band secara penuh sehingga Ultimates masih bisa mendengar ciri khas Funkadelic pada beberapa bagian karya-karya mereka.
Seiring berjalannya waktu, sonik funk rock mulai dipadukan dengan berbagai unsur lain sehingga menciptakan suara dan jenis musik baru. Sebagai inspirasi bagi musisi di seluruh dunia, Funkadelic dan karya-karyanya layak untuk diingat dan diperkenalkan kepada generasi mendatang. Ultimates yang tertarik dengan sonik musik ini dapat dengan mudah mendengarkan Maggot Brain melalui berbagai platform musik digital.
Penulis: Muhammad Khairan Ananta Nugroho
Editor: Jocellyn Lee Kurnianto
Foto: npr.org, wikipedia.org
Sumber: thefader.com, npr.org, funkretrospect.com





