• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Friday, April 24, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Hiburan

Maggot Brain: Album Karya Funkadelic yang Menggoyang Isi Kepala

Muhammad Khairan Ananta Nugroho by Muhammad Khairan Ananta Nugroho
April 22, 2026
in Hiburan, Musik
Reading Time: 3 mins read
Sampul album Maggot Brain (wikipedia.org)

Sampul album Maggot Brain (wikipedia.org)

0
SHARES
11
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Pada 1968, lahir band funk rock bernama Funkadelic yang mendorong musik funk di Amerika Serikat dan dunia. Dibentuk oleh George Clinton di New Jersey, awalnya Funkadelic berperan sebagai backing band. Namun, seiring berjalannya waktu, anggota awal dari band ini semakin mengarah pada eksplorasi sonik psychedelic. 

Salah satu album yang dianggap fenomenal adalah album ketiga dari band funk rock ini yang berjudul Maggot Brain. Maggot Brain dirilis pada 1971 dengan menghadirkan kombinasi musik psychedelic, jaz, rok, dan funk yang menyatu sehingga menciptakan gelombang sonik baru pada masanya. Gitaris Eddie Hazel adalah sosok yang cukup berpengaruh dalam keberhasilan album Maggot Brain. Mengutip funkretrospect.com, Eddie Hazel diminta oleh Clinton untuk bermain layaknya baru saja mendengar kabar duka dari ibunya, sehingga menciptakan sonik gitar yang penuh emosi dan penghayatan mendalam.

Baca juga: Dari Wasteland ke Icon: Brent Faiyaz, Sonik, dan Konsep Baru

Maggot Brain terdiri dari tujuh lagu dengan durasi 36 menit. Salah satu yang banyak menarik perhatian adalah lagu “Super Stupid”. Lagu ini mendemonstrasikan gaya unik Hazel ketika bermain gitar sehingga merepresentasikan suara khas Funkadelic. Lagu lain yang menjadi bagian menarik dari album ini adalah “Back In Our Minds”. Pendengar dapat merasakan keunikan lagu ini saat mendengar suara menyerupai botol atau gelas kaca yang membentuk sonik funky. Lagu “Back In Our Minds” terasa seperti sebuah perjalanan menuju pintu keluar setelah bertamu.

Foto beberapa anggota Funkadelic (npr.org)
Foto beberapa anggota Funkadelic (npr.org)

Maggot Brain menjadi inspirasi dan sonik fundamental bagi berbagai generasi musisi. Mengutip npr.org, musisi seperti Red Hot Chili Peppers hingga Childish Gambino mengakui bahwa karya besar Funkadelic memengaruhi dan menginspirasi musik mereka. Mengutip thefader.com, Childish Gambino secara terang-terangan mengatakan bahwa Maggot Brain karya Funkadelic membawa pengaruh dalam album Awaken, My Love!. Pengaruh tersebut tidak hanya terasa dari sisi sonik, tetapi juga terlihat dari inspirasi visual, yaitu sampul albumnya.

Baca juga: Panchiko: Band yang Raih Kesuksesan 20 Tahun Setelah Bubar

Bagi musisi, menciptakan sebuah sonik atau jenis baru merupakan hal yang akan diingat dan dikenang dalam jangka panjang. Funkadelic hingga saat ini dikenal sebagai pionir musik psychedelic funk atau p-funk. Eksistensi Funkadelic bertahan cukup lama melalui spin-off atau penerusnya, seperti The Brides of Funkenstein, Bootsy’s Rubber Band, hingga Parliament-Funkadelic. Pergantian nama dan anggota tidak mengubah sonik band secara penuh sehingga Ultimates masih bisa mendengar ciri khas Funkadelic pada beberapa bagian karya-karya mereka.

Seiring berjalannya waktu, sonik funk rock mulai dipadukan dengan berbagai unsur lain sehingga menciptakan suara dan jenis musik baru. Sebagai inspirasi bagi musisi di seluruh dunia, Funkadelic dan karya-karyanya layak untuk diingat dan diperkenalkan kepada generasi mendatang. Ultimates yang tertarik dengan sonik musik ini dapat dengan mudah mendengarkan Maggot Brain melalui berbagai platform musik digital.

 

 

Penulis: Muhammad Khairan Ananta Nugroho

Editor: Jocellyn Lee Kurnianto

Foto: npr.org, wikipedia.org

Sumber: thefader.com, npr.org, funkretrospect.com

Tags: albumBack in Our Mindsfunk rockFunkadelicGeorge ClintonMaggot BrainmusicmusikPsychedelicreviewsoulSuper Stupid
Muhammad Khairan Ananta Nugroho

Muhammad Khairan Ananta Nugroho

Related Posts

gerwani
Iptek

Gerwani: Perjuangan Emansipasi dan Bayang-Bayang Sejarah

April 24, 2026
Cuplikan dari gim Eye of the Match (store.steampowered.com)
Hiburan

Eye of the Match, Gim Simulasi Jadi Wasit VAR yang Penuh Tekanan

April 23, 2026
CORTIS dalam foto konsep album GREENGREEN. (X/@BIGHIT_MUSIC)
Hiburan

“REDRED” CORTIS: Ketika Lampu Lalu Lintas Jadi Manifesto Identitas

April 22, 2026
Next Post
Cuplikan dari gim Eye of the Match (store.steampowered.com)

Eye of the Match, Gim Simulasi Jadi Wasit VAR yang Penuh Tekanan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 3 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021