• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Thursday, January 29, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Iptek

Facebook Umumkan Rencana Hapus Konten Misinformasi Vaksin

Arienne Clerissa Lazuardi by Arienne Clerissa Lazuardi
February 10, 2021
in Iptek, Lainnya
Reading Time: 2 mins read

Foto Ilustrasi Facebook dan Covid-19 (Foto : Incmagazine.com)

0
SHARES
74
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com—Facebook mengumumkan akan mengetatkan peraturan penyebaran konten pada Senin (08/02/21).  Peraturan tersebut mencakup penghapusan unggahan yang berisi misinformasi mengenai vaksin Covid-19.

Kang Xing Jin, selaku kepala departemen kesehatan Facebook menulis dalam postingan blog bahwa perusahaan media sosial tersebut akan berupaya untuk memastikan penggunanya memiliki kepercayaan terhadap vaksin Covid-19.

“Pejabat kesehatan dan otoritas kesehatan sedang dalam tahap awal untuk mencoba memvaksinasi dunia terhadap Covid-19, dan para ahli setuju bahwa penerapan ini akan membantu membangun kepercayaan pada vaksin,” ungkap Jin dalam pernyataannya.

Dilansir dari ABC News, sekarang Facebook akan menambah daftar klaim yang dilarang untuk diunggah kepada platform tersebut. Klaimnya meliputi virus itu buatan manusia atau rekayasa dan masker wajah tidak mencegah penyebaran Covid-19. Selain itu, juga klaim palsu tentang vaksin beracun, berbahaya, atau menyebabkan autisme.

Facebook juga berupaya untuk meningkatkan informasi dari sumber yang kredibel, seperti lembaga kesehatan dan organisasi non-pemerintah.

Dengan kedua pendekatan tersebut, Facebook berharap dapat menambah kesadaran terhadap pentingnya vaksinasi dan mengurangi perkembangan komunitas anti vaxxers atau seseorang yang menentang untuk divaksin.

Upaya tersebut diperkirakan diambil karena kritik yang sempat diterima Facebook pada bulan Januari lalu (30/01/21). Di tengah maraknya anti vaxxers dan teori konspirasi mengenai Covid-19, Facebook sempat disebut menjadi salah satu media yang mengambil keuntungan dari unggahan tersebut.

Kritik tersebut disampaikan oleh beberapa media. Salah satunya The Guardian.

Dilansir dari The Guardian, investigasi telah menemukan 430 halaman—diikuti oleh 45 juta orang—menggunakan alat Facebook, termasuk ‘toko’ virtual dan langganan penggemar, sambil menyebarkan informasi palsu tentang Covid-19 atau vaksinasi.

Penemuan ini muncul meskipun platform tersebut berjanji tahun lalu bahwa tidak ada pengguna atau perusahaan yang secara langsung mendapat keuntungan dari misinformasi tentang vaksin  Covid-19.

Seorang juru bicara Facebook merespon tuduhan tersebut dengan mengatakan mereka sedang menyelidiki contoh yang dibawa dan telah ‘menghapus sejumlah kecil halaman yang dibagikan dikarenakan melanggar kebijakan kami’.

Meskipun demikian, peraturan baru yang diumumkan oleh Facebook diharapkan menjadi salah satu bentuk tanggung jawab atas klaim tersebut.

Penulis : Arienne Clerissa

Editor : Nadia Indrawinata

Sumber : TheGuardian.com, ABCNews.com, NPR.org

Tags: anti vaksinCoronacovid 19facebookhoaksmedia sosialmisinformasipandemi covidpencegahan virus coronavaksin
Arienne Clerissa Lazuardi

Arienne Clerissa Lazuardi

Related Posts

salem witch trials
Iptek

Salem Witch Trials, ketika Ketakutan Mengalahkan Akal Sehat

January 20, 2026
Roehana Koeddoes
Budaya

Roehana Koeddoes, Perempuan Penggerak Pena dan Perubahan

January 15, 2026
Pria menggunakan baju turtleneck berwarna pink (freepik.com)
Lainnya

Siapa Bilang Pink untuk Perempuan? Sejarah Bicara Lain

December 18, 2025
Next Post
Ilustrasi minuman boba. (Foto: Shutterstock/Littlekop) (ULTIMAGZ)

Mari Bicarakan Boba, Topping Bola Hitam Kenyal yang Kekinian

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × one =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021