HOOQ Resmi Tutup Perusahaan

Hooq tutup 30 April 2020 (Ultimagz)
Layanan streaming asal Singapura, HOOQ, resmi tutup pada 30 April 2020 (Foto: vantage.id)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com — Kabar buruk bagi seluruh pelanggan dari layanan streaming Video on Demand (VoD) HOOQ. Per 30 April nanti, layanan asal Singapura itu resmi dinyatakan tutup. Hal ini dikonfirmasi oleh Guntur Simboro, Country Head HOOQ Indonesia pada Minggu (26/04/20).

“Ya, layanan akan berhenti pada 30 April. Pada 27 Maret yang lalu pemegang saham HOOQ sudah memutuskan likuidasi Hooq,” ujar Guntur dikutip dari Kumparan.com. Alasan berhentinya layanan ini disebabkan efek dari kebijakan likuidasi yang dilakukan oleh pihak manajemen HOOQ dan investor pada akhir Maret lalu.

Karena itu, sejak akhir April, HOOQ tidak menambah lagi jumlah pengguna berlangganan. “Pemegang saham HOOQ sudah filing likuidasi HOOQ di Singapura pada 27 Maret 2020 dan sejak itu sudah tidak ada charging bagi pelanggan existing dan tidak ada aktivasi pelanggan baru,” lanjut Guntur.

Keputusan likuidasi oleh pihak HOOQ juga disebabkan karena perusahaan tersebut dianggap gagal tumbuh dengan cepat, gagal meraih profit berkelanjutan, dan kesulitan dalam menutupi biaya operasional yang terus menaik. Hal ini juga diperparah dengan kehadiran dari wabah virus korona di Indonesia dan Asia, yang juga berpengaruh terhadap biaya itu. HOOQ juga kalah saing dengan kompetitor global dalam hal streaming, Netflix.

HOOQ sendiri adalah perusahaan joint venture antara Singapore Telecommunication Ltd (Singtel), Sony Pictures Television, dan Warner Bros Entertainment. Perusahaan ini berdiri awal 2015 lalu, dan beroperasi di beberapa negara Asia, seperti Singapura, Filipina, Thailand, Indonesia, dan India. Singtel menguasai kepemilikan saham tidak langsung milik HOOQ sebesar 76,5%. Aplikasi HOOQ ini sendiri mengklaim sudah meraup sebanyak 80 juta pelanggan, namun itu tidak cukup membantu aplikasi ini untuk tetap hidup.

Kabar tutupnya perusahaan ini juga mendapat respons dari beberapa kalangan. Salah satunya adalah Ernest Prakasa. Karya fenomenal milik Ernest Prakasa, Cek Toko Sebelah, memang menjadi salah satu produk unggulan dari HOOQ. Ernest cukup sedih dengan kabar ini dan menunggu lebih lanjut di platform manakah series CTS ini akan tayang.

 

Penulis: Frengky Tanto Wijaya

Editor: Xena Olivia

Foto: vantage.id

Sumber: kumparan.com, kompas.com, telset.id