“Riding the Wave”: Strategi Pemasaran yang Ampuh Tarik Konsumen

Ilustrasi strategi pemasaran "riding the wave" (foto: blogspot.com)
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Akhir Januari lalu, perusahaan penyedia perlengkapan olahraga luar ruang Eiger ramai dibicarakan oleh masyarakat di media sosial. Pasalnya, Eiger mengirimkan “surat keberatan”  kepada pemilik kanal YouTube duniadian perihal kualitas video ulasan produk Eiger yang ada di kanal YouTube tersebut. Setelah kejadian itu, banyak perusahaan dan jenama lain yang turut mengunggah surat serupa, tetapi dengan isi yang jauh berbeda.

 

Mengenal Istilah “Riding the Wave”

Untuk memahami istilah “riding the wave” atau “menunggang gelombang”, kita dapat membayangkan seorang peselancar yang memanfaatkan ombak untuk mencapai tujuan. Semakin besar ombak, maka akan semakin besar pula dampak yang diberikan jika dapat dimanfaatkan dengan baik. Kunci suksesnya adalah dengan tidak melawan atau menaklukkan ombak secara frontal, tetapi mencari cara yang tepat untuk memanfaatkan energi ombak tersebut.

Jika diimplementasikan ke dalam dunia bisnis, hal ini berarti pelaku bisnis memanfaatkan isu yang sedang ramai dibicarakan oleh masyarakat luas sebagai strategi pemasaran bagi bisnisnya. Namun, dalam penggunaannya, isu tersebut perlu terlebih dahulu ditelaah dan dimodifikasi agar lebih cocok dengan identitas bisnis tersebut.

 

Pemanfaatan dan Penggunaan Strategi ‘Riding the Wave’

Strategi “riding the wave sebenarnya bukanlah suatu konsep baru yang asing. Berbagai perusahaan dan jenama telah mengimplementasikan strategi ini dalam berbagai kesempatan. Dalam pemanfaatannya, pelaku usaha perlu berpikir cepat dan strategis agar dapat mengejar momentum sebelum gelombang tersebut telanjur lewat.

Seperti telah dijelaskan di awal, kasus Eiger mengirimkan “surat keberatan” kepada video YouTube milik Duniadian telah dimanfaatkan dengan baik oleh para pelaku bisnis lain, salah satunya Arei Outdoor Gear yang juga menjual produk kegiatan mendaki gunung, berkemah, dan panjat tebing. Pada akun Instagramnya, Arei Outdoor Gear mengunggah “surat keringanan” berisi ajakan kepada masyarakat untuk memberikan ulasan kepada produk-produknya secara bebas, tanpa batasan penggunaan kamera, tema, hingga lokasi. Unggahan Arei Outdoor Gear ini berhasil mendapatkan 91.835 likes dan 11.862 komentar.

 

Unggahan di Instagram Arei Outdoor Gear pada Kamis (28/01). (foto: instagram.com/areioutdoorgear)

 

Selain bisnis yang menjual produk serupa, pelaku bisnis pakaian, Prepp Studio juga memanfaatkan gelombang ini dengan cara membuat “surat dukungan” yang ditujukan kepada pemilik kanal YouTube duniadian. Surat tersebut berisi keinginan Prepp Studio untuk memberi seperangkat alat perekam video berupa kamera, lensa, microphone, dan memory card kepada pemilik kanal tersebut. Niat baik ini tentu saja mendapatkan respons positif dari masyarakat dan berhasil menaikkan citra Prepp Studio. Para pelaku bisnis lain, mulai dari bisnis kamera, studio, hingga perhiasan pun mengikuti unggahan yang serupa dan memanfaatkan gelombang ini dengan caranya masing-masing.

 

Unggahan di Instagram Prepp Studio pada Jumat (29/01). (foto: instagram.com/preppstudio)

 

Strategi pemasaran “riding the wave” juga pernah digunakan saat Burger King mengunggah pesan berisi ajakan untuk memesan makanan dari pesaing bisnisnya seperti McDonald’s, Carl’s Jr, Wendys, KFC, dan lain-lain dalam rangka memerangi dampak pandemi. Unggahan ini pun sempat ramai diperbincangkan oleh masyarakat di media sosial dan dengan cepat beberapa restoran mengikuti langkah Burger King mengunggah ucapan terima kasih dan pesan yang serupa.

 

Unggahan Burger King dan Wendy’s pada Selasa (03/11/20). (foto: instagram.com/burgerking.id, teknologi.id)

 

Dalam pemanfaatan dan penggunaan strategi pemasaran “riding the wave” ini diperlukan sikap cepat tanggap untuk selalu up to date mengenai berbagai macam isu yang sedang ramai diperbincangkan, terutama di media sosial. Maka dari itu, manfaatkan media sosial sebaik mungkin agar dapat merasakan dampak yang positif.

Penulis: Keisya Librani Chandra

Editor: Charlenne Kayla Roeslie

Foto: instagram.com, teknologi.id, blogspot.com

Sumber: tirto.id, wordpress.com, instagram.com