Cita Rasa Berbagai Isian Kroket Jepang di Bukchon Korokke

Suasana kedai Bukchon Korokke pada Minggu (27/01/19) siang yang terletak di area Bukchon, Seoul, Korea Selatan. (ULTIMAGZ/Maria Helen Oktavia)
Share:

SEOUL, ULTIMAGZ.com – Korokke atau kroket khas Jepang merupakan makanan ringan populer yang dibuat dari kentang dan umumnya berbentuk agak pipih. Berlokasi di Desa Bukchon, Seoul, sebuah kedai korokke menawarkan berbagai varian isian dan dinamakan sesuai lokasinya, Bukchon Korokke (북촌 고로케).

Terdapat berbagai varian isian, antara lain sayur-sayuran, udang, ayam, kari, krim keju, mozzarella, jagung keju, kacang merah, kacang merah streusel, serta twisted bread stick. Di antara varian tersebut, krim keju, udang, dan kacang merah diakui sang penjual merupakan favorit para pembeli yang datang. Semua varian korokke dihargai 2.000 KRW atau setara dengan kira-kira Rp 25.000, sedangkan twisted bread stick dihargai 1.000 KRW atau kurang lebih setara dengan Rp 12.500.

Tampilan salah satu varian korokke; Shrimp Korokke. (ULTIMAGZ/Maria Helen Oktavia)

Selain menjual korokke, kita juga bisa menikmati minuman seperti kopi, jus buah kemasan merek Sunup, juga macam-macam minuman soda seperti Welsch, Cider, dan Coca Cola, serta air mineral. Semua minuman dihargai tidak lebih dari 2.000 KRW.

Ketika memasuki kedai, kita akan langsung disambut berbagai korokke yang telah digoreng, dipajang di sebuah meja display yang tertutup kaca. Sederet meja dan beberapa kursi kayu disediakan bagi pembeli yang ingin menikmati korokke di tempat. Pembeli bisa menulis pesan pada sticky notes yang disediakan di atas meja yang kemudian ditempel di dinding kedai.

Berbagai pesan yang dituliskan baik oleh turis maupun pengunjung lokal yang ditempel di dinding kedai Bukchon Korokke. (ULTIMAGZ/Maria Helen Oktavia)

Bagi pembeli yang tidak memiliki uang tunai di tempat bisa melakukan transaksi melalui berbagai kartu pembayaran internasional berlogo Saison Card International, JCB, American Express, dan Visa. Terletak dekat Bukchon Hanok Village yang merupakan daerah turis, pembeli yang tidak berbahasa Korea tidak perlu cemas karena penjual mampu berbahasa Inggris dengan cukup baik.

 

Penulis: Maria Helen Oktavia

Editor: Hilel Hodawya

Foto: Maria Helen Oktavia