Gua Pawon, Tempat Tinggal Manusia Purba yang Jadi Tempat Wisata

Fosil artifisial dari Homo sapiens yang ditemukan di Gua Pawon pada 2000. Foto diambil Minggu (5/2/17).
Share:

BANDUNG, ULTIMAGZ.com – Gua Pawon atau yang dalam bahasa Sunda disebut Guha Pawon adalah sebuah gua karst yang terletak di daerah perbukitan karst Padalarang, Bandung Barat, Jawa Barat. Selain merupakan tempat rekreasi, tempat ini juga merupakan tempat ditemukannya fosil dari manusia purba jenis Homo sapiens.

Letaknya yang mudah terjangkau dari Jakarta serta Kota Bandung menjadikan Gua Pawon sebagai salah satu tujuan wisata yang cukup ramai dikunjungi ketika liburan, meski pamornya masih kalah dibanding tempat wisata lain di kawasan Bandung sebut saja Kawah Putih, Situ Patenggang, Tangkuban Perahu atau Taman Hutan Raya Ir. Djuanda.

Untuk menuju tempat ini dari Jakarta, arahkan kendaraan ke tol Purbaleunyi dan keluar di exit Padalarang. Dari sana, kita hanya perlu mengikuti jalan nasional yang menghubungkan Bandung dengan Cianjur. Ada sebuah penanda sebagai pintu masuk ke Gua Pawon berupa gapura selamat datang yang terletak di pinggir jalan sebelah kanan dari tol Purbaleunyi. Gua Pawon juga bisa diakses lewat jalan raya nasional Jakarta-Bandung via Cianjur. Jika datang dari arah Cianjur, maka gapura selamat datang ini berada di sebelah kiri jalan.

Mulut Gua Pawon bisa diakses lewat tangga yang telah diberi pembatas besi oleh pengelola. Foto diambil Minggu (5/2/17).
Mulut Gua Pawon bisa diakses lewat tangga yang telah diberi pembatas besi oleh pengelola. Foto diambil Minggu (5/2/17).

Dengan membayar retribusi wisata sebesar Rp5.000 per orang dan Rp10.000 untuk parkir kendaraan, pengunjung sudah bisa menikmati pemandangan gua purba yang terbentuk akibat gerak tektonik sejak ratusan ribu tahun yang lalu. Bahan utama pembentuk gua ini adalah batu kapur.

Saat memasuki mulut gua, pengunjung akan disambut bau tidak sedap dari kotoran kalelawar yang menjadi penghuni tetap gua ini. Namun, bau itu tidak akan bertahan lama karena udara segar akan segera kembali menyambut saat memasuki bagian dalam gua. Terbagi menjadi empat ruang yang disebut sebagai jendela gua, setiap ruang memiliki titik-titik terbaiknya untuk para pecinta foto mengambil gambar.

Salah satu "jendela" ruang di dalam Gua Pawon. Foto di ambil Minggu (5/2/17).
Salah satu “jendela” ruang di dalam Gua Pawon. Foto di ambil Minggu (5/2/17).

Di dalam gua ruang ketiga, pengunjung juga akan menemukan sisa-sisa tengkorak manusia jenis Homo sapiens yang ditemukan oleh para peneliti geolog LIPI yang konon katanya merupakan nenek moyang orang Sunda. Tapi, fosil manuia purba disini adalah artifisialnya, sedangkan yang asli berada di Balai Arkeologi Bandung. Konon, fosil manusia purba ini berasal dari rentang tahun 5.600 sampai 9.500 tahun yang lalu, tepatnya pada masa Mesolitikum. Menurut pemandu wisata Gua Pawon, jenis manusia purba ini memakan monyet, ikan, dan hasil hutan karena dulu kawasan Gua Pawon dan sekitarnya merupakan dataran rendah.

Benda purbakala yang ditemukan di wilayah ekskavasi fosil manusia purbakala. Foto diambil Minggu (5/2/17).
Benda purbakala yang ditemukan di wilayah ekskavasi fosil manusia purbakala. Foto diambil Minggu (5/2/17).

Sebenarnya, terdapat 37 gua lagi yang disinyalir menjadi rumah bagi para manusia purba dahulu kala dan saling berhubungan satu sama lain. Namun sayangnya, sebagian gua sudah hancur digerus oleh para penambang batu karst atau kapur yang memang memiliki pusat penambangan di sekitar Gua Pawon. Kini, para peneliti harus berpacu waktu dengan para penambang ini agar sisa-sisa peninggalan yang sudah sangat tua ini tetap dapat diteliti.

Penulis: Stefanny

Editor: Kezia Maharani Sutikno

Foto: Istimewa