Keberagaman di ‘Kampung Toleransi’ Gang Ruhana

Tampak depan gapura "Kampung Toleransi"
Share:

BANDUNG, ULTIMAGZ.com – Suasana toleransi beragama yang kental dapat dirasakan jika berkunjung ke Gang Ruhana, RT 01 RW 02 Kelurahan Paledang, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung. Pasalnya, masyarakat di lokasi tersebut menyebut tempat tinggal mereka sebagai “Kampung Toleransi”. Sebutan ini sesuai dengan kesadaran masyarakat Gang Ruhana akan pentingnya toleransi beragama.

“Sikap toleransi yang dibangun sejak kecil oleh ayah-ayah kami yang berbeda keyakinan, sehingga sekarang kami sebagai generasi selanjutnya menginisiasi membuat kampung toleransi,” ujar Ketua RT 01 RW 02 Agus Sujana (52) seperti dilansir dari Antaranews saat ditemui di kediamannya, Senin (17/04/17).

Salah satu bukti toleransi beragama di Gang Ruhana adalah dengan adanya tiga tempat ibadah yang lokasinya berdekatan. Di sebelah kanan gang, terdapat Gereja Pantekosta bercat putih, berjarak 50 meter dari Masjid Al-Amanah yang belum lama dibangun. Sedangkan, Vihara Girimerta terdapat persis di sebelah masjid tersebut. Tidak hanya itu saja, di samping kiri tembok gang, juga terdapat banyak mural yang menunjukkan nilai-nilai kerukunan dan toleransi yang dibangun di lokasi tersebut.

Agus menceritakan, toleransi antara umat beragama warganya sudah tidak perlu diragukan. Dalam hari-hari besar keagamaan, semua turut membantu menjaga keamanan perayaan semua agama.

“Kalau Salat Ied, yang di Klenteng dan Gereja berjaga. Memberikan karpet bagi kaum muslim yang digunakan untuk salat kalau tidak kebagian salat di dalam masjid. Dan kami pun menjaga, seperti kemarin Paskah dan Imlek,” ujar Agus.

Tidak hanya saling membantu, mereka juga saling merayakan dengan membagikan makanan khas perayaan keagamaan dan suku masing-masing. “Yang muslim ngasih ketupat sama opornya, kadang pas pulangnya ngasih kue. Begitu juga kalau Imlek suka ngasih dodol dan angpau. Natalan juga sama, suka ngasih makanan, jadi timbal balik gitu,” katanya.

Selain itu, Agus juga menyayangkan beragam isu intoleransi yang kerap terdengar di berbagai wilayah di Indonesia. Menurutnya, hal itu merupakan salah satu upaya memecah belah bangsa. Ia juga berpendapat bahwa perbedaan keyakinan bukan alasan untuk saling membenci antar sesama manusia. Justru seharusnya keberagaman mampu menjadikan hidup semakin indah dan tenteram.

Agus berharap Gang Ruhana bisa menjadi wilayah percontohan bagi wilayah-wilayah lain di Bandung bahkan Indonesia agar muncul kembali sikap toleransi di antara keberagaman masyarakat Indonesia.

 

Penulis: Geofanni Nerissa Arviana

Editor: Nathania Zevwied Pessak

Foto: merdeka.com

Sumber: antaranews.com, detik.com