Tak Hanya Kuliner, Pasar Lama Tangerang Juga Punya Museum

Gedung Museum Benteng Heritage yang Terletak di Jalan Cilame No. 20, Pasar Lama, Tangerang.
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Berdiri di sekitar pasar yang juga dikenal sebagai sentra kuliner, Museum Benteng Heritage (MBH) menyajikan sejarah dan budaya Tionghoa di Tangerang. Museum tersebut merupakan hasil restorasi dari bangunan yang diperkirakan telah berdiri selama kurang lebih 200 tahun.

Bangunan MBH yang awalnya dibeli oleh Udaya Halim, salah seorang Budayawan peranakan Tionghoa yang lahir dan tumbuh disekitar kawasan MBH. Terletak di Jalan Cilame No. 20, Pasar Lama, Tangerang, pada 2009  Udaya membeli bangunan MBH dengan kondisi kurang baik. Ia pun mulai memperbaiki bangunan tersebut selama dua tahun. Pada 11 November 2011 MBH akhirnya diresmikan sebagai museum warisan budaya peranakan Tionghoa.

Bangunan hasil restorasi ini memiliki daya tarik lewat arsitektur kunonya, seperti dinding bata atau pemakaian kayu jati pada pintu dan jendela. Selain itu, di dalam bangunan MBH pengunjung juga dapat menemukan berbagai koleksi museum seperti artefak, perabotan hingga busana Tionghoa kuno. Para pecinta seni juga akan dimanjakan dengan koleksi sastra, berbagai macam kamera tua yang masih bisa menghasilkan gambar berkualitas tinggi dan berbagai koleksi alat pemutar lagu kuno.

Walaupun mempunyai daya tarik yang tinggi, namun museum ini memiliki peraturan dimana pengunjung dilarang berfoto dengan koleksi-koleksi panjang. Hal tersebut tentu sedikit mengecewakan bagi para pengunjung yang ingin mengabadikan koleksi-koleksi unik di dalam museum.

Bagi para pengunjung, MBH sendiri menyediakan tur selama 45 menit dengan jumlah rombongan yang dibatasi hingga 20 orang. MBH dapat dikunjungi setiap Selasa hingga Minggu dengan jam operasional sepuluh pagi hingga lima sore. Biaya yang dikenakan antara lain Rp 20.000 untuk umum, Rp 10.000 untuk pelajar,  Rp 15.000 untuk mahasiswa, Rp 50.000 untuk turis asing, dan Rp 50.000 untuk heritage walk dengan rombongan lebih dari 10 orang.

 

Penulis : Ariefiani Elfrida Mastina Harahap

Editor : Gilang Fajar Septian

Foto : Bentengheritage.com

Sumber : Travelkompas.com, Bentengheritage.com, Nationalgeographic.co.id, Metro.tempo.co