• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Saturday, February 7, 2026
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Coffee Nap: Trik Jitu Atasi Kantuk

Belva Putri Paramitha by Belva Putri Paramitha
February 5, 2026
in Lifestyle
Reading Time: 3 mins read
kantuk

Coffee nap menggabungkan kopi dan tidur secara bersamaan. (Jason Vilanueva/pexels.com)

0
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Sebagai mahasiswa, mengonsumsi kopi atau tidur siang menjadi  andalan untuk melawan rasa kantuk. Namun, tahukah Ultimates bahwa keduanya dapat dikombinasikan untuk hasil yang lebih efektif? Hal ini disebut sebagai coffee nap. 

 

Melansir glints.com, coffee nap merupakan sebuah tidur singkat yang dilakukan setelah meminum secangkir kopi. Cara kerja coffee nap cukup menarik. Rasa kantuk yang muncul umumnya disebabkan oleh penumpukan zat kimia bernama adenosin di otak. Ketika tidur, kadar adenosin akan berkurang sehingga tubuh terasa lebih segar setelah bangun. Di sisi lain, kafeina dalam kopi bekerja dengan cara memblokir reseptor adenosin sehingga mencegah rasa kantuk. 

Baca juga: Sakit Perut Akibat Kopi? Ini Alasannya

Dengan kata lain, tidur dapat meningkatkan efek kopi dengan membuat lebih banyak reseptor kafein di otak tersedia. Melansir healthline.com, hal inilah yang membuat coffee nap mampu meningkatkan energi lebih efektif dibandingkan hanya minum kopi atau hanya tidur saja. 

 

Meskipun kopi dapat membuat susah tidur, kafeina memerlukan beberapa waktu untuk bekerja. Oleh karena itu, hal terpenting agar coffee nap berfungsi secara efektif adalah waktu. Pertama-tama, coffee nap lebih baik dilakukan siang hari, atau paling lambat enam jam sebelum waktu tidur di malam hari. Siapkanlah kopi kesukaan yang ingin diminum. Takaran kopi juga merupakan faktor penting. Melansir sleepfoundation.org, 150-250 miligram kopi merupakan takaran yang tepat untuk coffee nap. Jika kurang, tentu akan tidak efektif. Minumlah kopi dengan cepat agar efek kafeina belum sempat terasa.

Baca juga: Matcha vs Kopi: Dua Kafein Bikin Semangat, Mana yang Lebih Baik ?

Setelah itu, tidurlah selama 10–20 menit, karena durasi ini sesuai dengan waktu yang dibutuhkan kafein untuk mulai aktif di tubuh. Tidur terlalu lama dapat menyebabkan sleep inertia, yaitu kondisi ketika tubuh terasa lemas, linglung, dan sulit fokus setelah bangun.

 

Meskipun bisa menjadi cara cepat untuk mengembalikan energi, coffee nap bukanlah pengganti tidur malam yang cukup. Cara terbaik untuk tetap berenergi sepanjang hari tentu tetap berasal dari pola istirahat yang teratur dan berkualitas. Namun, ketika jadwal padat membuat waktu istirahat terbatas, coffee nap bisa menjadi solusi praktis untuk mengembalikan fokus dan kewaspadaan dalam waktu singkat. Apakah Ultimates berminat dalam mencoba coffee nap?

 

Penulis: Belva Putri Paramitha

Editor: Kezia Laurencia

Foto: Jason Vilanueva/pexels.com

Sumber: glints.com, healthline.com, sleepfoundation.org

 

Tags: kopimanfaatManfaat kopingantuktidur
Belva Putri Paramitha

Belva Putri Paramitha

Related Posts

Black Friday, istilah yang identik dengan kegiatan belanja di era sekarang. (freepik.com)
Lifestyle

Black Friday: Fenomena Belanja yang Bermula dari Kekacauan

February 2, 2026
Foto tangan meraup biji kopi
Lifestyle

Bukan Sekadar Dipanggang, Ternyata Biji Kopi Banyak Cara Prosesnya!

February 2, 2026
manajemen waktu
Lifestyle

Pintar Manajemen Waktu dan Hidup: Strategi Ringan untuk Rutinitas Padat

January 7, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 − 1 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021