Gangguan Kesehatan Mental dan Bunuh Diri Bukan Hal Tabu

Gangguan mental dan bunuh diri bukanlah hal yang negatif. Sebaliknya, pertolongan orang sekitar sangat diperlukan guna membantu pemulihan. (Foto: Shethepeople.tv)
Share:

SERPONG,ULTIMAGZ.com – Masalah kesehatan mental yang dialami mahasiswa di Indonesia sangat beragam, seperti depresi, gangguan kecemasan, dan insomnia. Dilansir dari detik.com, penelitian Pendiri Into The Light Benny Prawira Siauw menunjukkan bahwa 34,5% mahasiswa Jakarta berusia 18-24 tahun mempunyai pemikiran untuk bunuh diri pada tahun 2019. Mirisnya, penderita gangguan kesehatan mental masih mendapat diskriminasi serta stigma buruk dari masyarakat.

Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) pada tiga bulan terakhir tahun 2018, 31.5% anggota rumah tangga yang menderita gangguan kesehatan mental di Indonesia masih dipasung di tempat tinggalnya. Hal tersebut menunjukkan diskriminasi dan kurangnya penanganan yang tepat dan memadai kepada penderita. Stigma negatif yang dibentuk oleh masyarakat menjadi salah satu alasan minimnya pertolongan bagi pasien. Padahal, gangguan kesehatan mental bukan hal yang bisa ditangani secara remeh.

Dilansir dari beritasatu.com sejatinya bunuh diri bisa dicegah. Akan tetapi stigma negatif pada kasus bunuh diri mempersulit pencegahan tindakan tersebut.

“Orang depresi dan gangguan kesehatan jiwa akan segan untuk pergi ke orang lain karena ada stigma bagi mereka yang terbentuk,” ucap dr. Priska Primastuti, perwakilan WHO Indonesia kepada beritasatu.com.

Dengan stigma tersebut, orang yang memiliki pikiran mengenai bunuh diri tidak akan mencari pertolongan. Justru membuat mereka semakin depresi dan mencoba mengakhiri hidup.

“Lalu, banyak keluarga yang tidak mau diketahui bahwa anggota keluarganya melakukan bunuh diri. Mereka tidak mau membicarakan hal itu karena dianggap bunuh diri menjadi suatu hal yang tabu,” lanjut dr. Priska.

Padahal, dr. Priska menegaskan, bunuh diri itu bukan suatu hal yang tabu, tetapi hal yang harus diatasi dengan segera. Menurutnya, bunuh diri bisa dicegah dengan mengidentifikasi orang yang memiliki kemungkinan akan melakukan bunuh diri atau yang melakukan percobaan bunuh diri.

“Dengan mengidentifikasi dini, memberikan support, serta memberikan perawatan lebih cepat maka kita dapat menghentikan percobaan bunuh diri,” tuturnya.

 

Penulis: Theresia Amadea

Editor: Nabila Ulfa Jayanti

Foto: shethepeople.tv

Sumber: news.detik.com, hellosehat.com, lifestyle.kompas.com, beritasatu.com, RISKESDAS