Kolumnis LA Times Nilai Indomie Sebagai Ramen Paling Enak Sedunia

Grafik penempatan posisi ramen-ramen yang dinilai oleh Food Columnist Lucas Kwan Peterson. Terlihat, Indomie Barbecue Chicken menempati posisi tertinggi pada kategori "better taste". (The Times / Genesia Ting and Lucas Kwan Peterson)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Food columnist Los Angeles (LA) Times, Lucan Kwan Peterson baru-baru ini menobatkan Indomie Barbecue Chicken sebagai ramen terenak di dunia. Tak hanya itu, Peterson juga menempatkan Indomie Goreng di posisi ke-10 terenak dari 31 ramen melalui reportasenya, “The official instant ramen power ranking”.

“Saya telah menilai ramen-ramen ini berdasarkan dua hal: rasa dan hal yang saya sebut sebagai Truth in Advertising (Kebenaran dari Iklan), atau T.I.A. Apakah rasanya serupa dengan apa yang diiklankan? Apakah ramen rasa udang terasa seperti udang? Apakah ramen rasa ayam terasa seperti ayam?” jelas Peterson (05/11/19).

Peterson mengakui, memasukkan Indomie Barbecue Chicken sebagai ramen terenak sedunia bisa dikatakan sebagai kecurangan secara teknis. Hal ini dikarenakan Indomie lebih bisa dikategorikan sebagai “mie instan” ketimbang “ramen”, sebagaimana diinstruksikan untuk membuang air rebusnya sebelum makan. Namun, kolumnis pangan tersebut memperbolehkannya karena menurutnya Indomie sangat enak.

Penulis LA Times tersebut menilai, Indomie Barbecue Chicken memperoleh posisi pertama karena pencampuran ‘surgawi’ dari lima paket rasa yang berbeda, yaitu tiga sachet cair (minyak bawang, kecap manis, dan saus cabai) dan dua sachet kering (bubuk ayam kaya MSG dan bawang merah goreng).

“Rasa ayam asap menyeimbangkan apa yang bisa dianggap sebagai salah satu kekurangan dari mi Indomie, yaitu rasanya yang sedikit terlalu manis. Saus cabai memberikan sedikit rasa panas, dan tekstur bawang yang renyah benar-benar menempatkan Indomie Barbecue Chicken lebih baik daripada yang lain. Saya bisa dan akan memakannya secara rutin,” kata Peterson membagikan pendapatnya.

Kemudian, ramen-ramen yang berada di posisi kedua dan selanjutnya adalah MyKuali (Penang White Curry), Nongshim Shin (Black), Sapporo Ichiban (Tokyo Chicken Momosan), Ibumie Mi Goreng (Curry Kapitan), Myojo Chukazanmai (Soy Sauce), MyKuali (Penang Spicy Prawn), Mama (Shrimp Creamy Tom Yum), dan yang ke-10 ada Indomie goreng.

Pada pembahasan Indomie Goreng, Peterson membuka ulasannya melalui sejarah singkat bagaimana merek Indomie ‘menggantikan’ kata mi di Nigeria. Pada awalnya, Indomie muncul untuk pertama kalinya di Nigeria pada tahun 1980-an, lalu Indomie menjadi begitu populer sehingga pabrik produksinya didirikan pula di Nigeria pada tahun 1995. Walaupun terdapat beberapa merek mi instan lainnya yang tidak sedikit di Nigeria, Indomie mendominasi pasar dengan angka 74%, memproduksi delapan juta bungkus perhari.

“Indomie rasa mi goreng klasik, terdapat keseimbangan rempah-rempah, rasa asin, dan tekstur yang luar biasa. Saya menjadi cukup pemilih kali ini, tapi saya menemukan versi Indomie yang ini sedikit terlalu manis,” ungkap Peterson. Selain itu, ia juga mengkritik Indomie Goreng dari segi Truth in Advertising. Menurutnya, sudah banyak sekali jenis sajian mi goreng, seperti di Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Hal ini menyebabkan begitu sulitnya mempresentasikan rasa mi goreng secara akurat. 

 

Penulis: Ignatius Raditya Nugraha

Editor: Nabila Ulfa Jayanti

Sumber: latimes.com

Foto: latimes.com