Sea Soldier Jakarta dan Divers Clean Action Tekankan Kembali Bahaya Sampah Plastik

Muhammad Insan dari Sea Soldier Jakarta menekankan bahwa sampah plastik sangat berbahaya melalui talkshow bertajuk "Aksi Komunitas untuk Kurangi Sampah Laut" di KFC Paramout Serpong, Sabtu (16/02/19). (ULTIMAGZ/Ignatius Raditya Nugraha)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Sea Soldier Jakarta Muhammad Ihsan menekankan bahaya sampah laut dalam talkshow bertajuk Aksi Komunitas untuk Kurangi Sampah Laut di KFC Paramount Serpong, Sabtu (16/02/19). Pada kesempatan tersebut, Ihsan menceritakan pengalamannya melihat sampah secara langsung di laut.

“Untuk tesis penelitian, saya pernah menangkap ikan tuna di laut berjarak 30 mil dari darat, tapi di dalam perutnya terisi sampah. Sedotan plastik dan sampah-sampah kecil gitu, enggak jelaslah,” keluh Ihsan.

Sea Soldier atau yang kerap disebut ‘Tentara Laut’ adalah komunitas yang didirikan oleh Nadine Chandrawinata, mantan Putri Indonesia 2005 yang mempunyai komitmen diri dan aksi nyata dalam menyebarkan ‘virus’ ramah lingkungan dengan memanfaatkan jejaring sosial.

Aksi membersihkan sampah pantai yang memerlukan penyelaman, kampanye masyarakat mengenai masalah lingkungan nasional, sampai hal kecil seperti mengunggah konten media sosial ramah lingkungan adalah upaya mereka untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat mengenai masalah lingkungan.

“Untuk kegiatan, kami biasa melakukan aksi bersih-bersih (sampah) dan memperingatkan masyarakat bahwa sampah plastik ini sebenarnya sangat berbahaya,” jelas tentara laut tersebut.

Selain Ihsan, hadir pula Nadhira Afina Wardhani dari Divers Clean Action, sebuah Non-Government Organization (NGO) yang berfokus pada masalah lingkungan laut. Ia menjelaskan bahwa Indonesia adalah kontributor sampah plastik di laut terbanyak ke-2 di dunia dan mempunyai dampak siginifikan terhadap kondisi laut serta biota di dalamnya.

“Apakah kita tidak malu bahwa Indonesia adalah kontributor sampah plastik terbanyak ke-2 di dunia?” tanya Nadhira kepada peserta talkshow.

Setelahnya, Nadhira membeberkan empat dampak signifikan sampah plastik terhadap laut, yaitu Ingestion (binatang keliru dan memakan sampah plastik), Entanglement & Ghostfishing (binatang laut terperangkap di antara sampah plastik), Habitat Damage (perusakan habitat), dan Non-Native Species (spesies binatang laut terbawa sampah laut menuju habitat asing).

Dinding mengilustrasikan miripnya plastik dengan ubur-ubur di laut di KFC Paramount Serpong. (ULTIMAGZ/Ignatius Raditya Nugraha)

“Kami mencari pemuda-pemudi untuk berpatisipasi meningkatkan kewaspadaan masalah ini karena mereka adalah agent of change,” lanjut Nadhira.

Sebelumnya, Divers Clean Action dan KFC telah melakukan kerja sama untuk menyelenggarakan #NoStrawMovement pada 9 Mei 2017 lalu. KFC menjelaskan bahwa gerakan tersebut bertujuan agar konsumen mengurangi sampah plastik, terutama sedotan plastik sekali pakai saat pemesanan minum.

 

Penulis: Ignatius Raditya Nugraha

Editor: Geofanni Nerissa Arviana

Foto: Ignatius Raditya Nugraha