Tren ‘Blue Whale Challenge’ yang Patut Diwaspadai

Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Media sosial dihebohkan dengan adanya Blue Whale Challenge yang dianggap kontroversial. Bahkan, permainan ini dikaitkan dengan banyaknya remaja di dunia yang bunuh diri akhir-akhir ini.

Blue Whale Challenge mengajak pemainnya yang tergabung dalam komunitas tertutup di media sosial untuk menyakiti diri masing-masing selama 50 hari. Sebelum memulai permainan, para pemain diminta untuk mengunggah foto selfie mereka dan menuliskan pesan ‘Good bye’ atau ‘End’. Salah satu tantangannya ialah menggambar ikan paus di tangan atau kaki dengan silet atau pisau. Di hari terakhir, mereka ditantang untuk bunuh diri demi menjadi pemenang.

Seperti dilansir dari kompas.com, Psikiater dr. Andri Sp.KJ mengatakan Blue Whale Challenge sangat membahayakan terutama bagi orang yang sedang depresi.

“Orang yang depresi akan merasa tidak ada harapan akan kehidupan atau putus asa. Kondisi ini diikuti dengan gejala lain seperti susah konsentrasi, malas, tidak bertenaga, tidak nafsu makan, dan sering ada ide untuk bunuh diri,” ujarnya.

Hingga kini, permainan ini memiliki ribuan anggota di beberapa media sosial seperti Facebook dan Youtube. Tagar #BlueWhaleChallenge #i_am juga sempat menjadi trending topic di Twitter.  Sebagian besar anggotanya berasal dari Rusia, Ukraina, Spanyol, Portugal, Perancis, dan Inggris.

Beberapa pihak yang khawatir akan dampak Blue Whale Challenge, salah satunya Instagram, menolak permainan ini terus dilanjutkan. Mereka memperingatkan orang yang mencari informasi mengenai permainan ini melalui tagar #BlueWhaleChallenge.

Belum diketahui jelas dari mana asal Blue Whale Challenge, yang jelas, kelompok tersebut memberi tekanan pada para remaja untuk melakukan aksi menyakiti diri sendiri hingga bunuh diri. Banyak orang percaya nama Blue Whalle Challenge diambil dari sejumlah paus berwarna biru yang secara sengaja mendamparkan diri mereka ke pinggir pantai hingga mati.

Penulis: Geofanni Nerissa Arviana

Editor: Kezia Maharani Sutikno

Foto: pixabay.com

Sumber: kompas.com, cnnindonesia.com, bbc.com