Kalahkan Jerman, Inggris Siap Jadi Ancaman Serius di Piala Eropa?

Para pemain muda Inggris merayakan gol Eric Dier pada injury time yang menentukan kemenangan negara mereka 3-2 atas Jerman di Olympiastadion Berlin, Sabtu (26/3).
Share:

BERLIN, ULTIMAGZ.com – Tertinggal dua gol lebih dahulu, Inggris dengan pasukan mudanya sukses comeback secara brilian dan memperoleh kemenangan 3-2 atas Jerman pada laga persahabatan di Olympiastadion Berlin, Sabtu (26/3) yang lalu. Inikah pertanda bahwa The Three Lions telah menjadi ancaman serius di Piala Eropa 2016 mendatang?

Duel penuh gengsi di stadion penyelenggara final Piala Dunia 2006 ini menyajikan permainan berkelas bak membawa kita merasakan atmosfer Piala Eropa, yang akan diselenggarakan Juni hingga Juli 2016 mendatang.

Jerman awalnya nampak tak kesulitan untuk mengendalikan laga, meski tim tamu beberapa kali mengancam gawang Manuel Neuer. Alhasil, gol dua mantan pemain Bayern Muenchen, Toni Kroos dan Mario Gomez masing-masing di menit ke-27 dan 57, membuat Der Panzer unggul dua gol.

Tak mau menyerah, Inggris yang dipenuhi oleh talenta-talenta muda Premier League mampu membalas tiga gol lewat Harry Kane, Jamie Vardy, dan Eric Dier. Akhirnya, tim asuhan Roy Hodgson menang dramatis 3-2 di hadapan publik juara dunia 2014 ini.

Secara mental, jelas Jerman unggul atas Inggris, meski laga tersebut hanya bertajuk persahabatan atau uji coba. Tetapi, Inggris dengan pemain-pemain mudanya yang tengah bersinar di kompetisi lokal layaknya Kane dan Dele Alli di Tottenham Hotspur, serta Vardy yang secara fenomenal bersinar bersama Leicester City, membuat Jerman patut waspada.

Sepanjang laga, kualitas yang ditunjukkan para Young Lions nampak menyulitkan tim asuhan Joachim Loew. Bahkan, kemenangan Jerman yang sudah di atas angin berhasil Inggris hancurkan lewat kegigihan para pemain muda tersebut.

Tak bisa dipungkiri, Inggris kurang mencolok pada pagelaran internasional sebelumnya seperti Piala Dunia dan Piala Eropa. Mereka membutuhkan suntikan daya untuk kembali “berbicara banyak” di tengah persaingan dengan negara-negara kuat lainnya.

“Angin segar” itu pun datang, dimulai dari Kane yang makin tak terbendung dalam dua musim terakhir bersama Spurs, dan mencoloknya Vardy bersama Leicester. Menurunnya performa Wayne Rooney dan Jermain Defoe sebagai ujung tombak Inggris, membuat Kane dan Vardy mempunyai peluang besar untuk bersinar bersama negaranya. Dan harapan itu setidaknya berhasil mereka buktikan sejauh ini.

Demikian pula dengan rekan setim Kane di Spurs, Dele Alli. Pemain jebolan akademi Milton Keynes Dons ini seakan menjadi “asisten” yang sempurna bagi Kane di Premier League, juga di tim nasional. Apiknya performa Alli di tim nasional dianggap sudah siap menjadi pelengkap jajaran akselerator lain di skuad Inggris seperti Theo Walcott, Raheem Sterling, hingga Danny Welbeck.

Juga dari sisi playmaker, pensiunnya Steven Gerrard dan Frank Lampard di skuad Three Lions, tidaklah menjadi “kiamat”. Pasalnya, hadir nama-nama seperti Ross Barkley yang bersinar bersama Everton dan Jordan Henderson yang sampai saat ini menjadi “jenderal lapangan tengah” di Liverpool menggantikan Gerrard.

Dari sisi pertahanan, hilangnya John Terry juga bukan menjadi masalah besar, ketika muncul nama-nama baru berbakat seperti pemain Everton John Stones dan juga Eric Dier yang bermain untuk Spurs. Mereka siap menjadi benteng pertahanan yang juga rajin membantu serangan layaknya duet Terry-Rio Ferdinand di masa lalu.

Dengan penuhnya talenta muda Premier League yang memenuhi skuad Inggris di Piala Eropa 2016 nanti, mungkinkah tunduknya Jerman di laga persahabatan hanyalah sebuah permulaan dari ancaman serius Inggris? Patut dinantikan kiprah Three Lions di Perancis, musim panas mendatang.

 

Penulis: Richard Joe Sunarta

Editor: Alif Gusti Mahardika

Foto: Mike Hewitt/Getty Images