Meluruskan Pentingnya Ilmu Investasi Sejak Kuliah

Investasi dilakukan untuk menyelamatkan dan meningkatkan jumlah uang dari inflasi sehingga patut dipelajari sedini mungkin. (Ilustrasi: Liputan6.com)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Investasi masih merupakan istilah yang sangat asing di mata masyarakat Indonesia. Rasa asing tersebut menyebabkan istilah “Tak kenal maka tak sayang,” semakin terbukti. Oleh sebab tidak mengenal arti investasi itu sendiri, banyak sekali orang yang menganggap bahwa investasi dapat disamakan dengan judi sehingga kerap dihindari, bahkan oleh orang terpelajar sekali pun.

Padahal, investasi merupakan kemampuan untuk mengelola keuangan yang sangat penting dipelajari sejak dini oleh semua orang, terutama mahasiswa. Apa gunanya mempunyai uang yang banyak bila tidak dapat mengelolanya?

Dalam dunia kerja nanti, tidak hanya penghasilan aktif seperti gaji yang penting, melainkan penghasilan pasif seperti investasi.

Tujuan Investasi

Hal ini dikarenakan investasi bertujuan mengamankan aset yang telah dimiliki sekarang (wealth preservation) dari inflasi dan meningkatkannya (wealth accumulation). Memang, ada alternatif selain investasi yang jauh lebih aman seperti tabungan deposito. Namun, rata-rata deposito bank di Indonesia hanya berada di kisaran 6-8%, sedangkan rata-rata inflasi tiap tahunnya adalah 10%. Uang Anda masih akan habis oleh inflasi dengan tabungan deposito sehingga investasi menjadi alternatif utama.

Apa itu Investasi?

Nah, pengertian investasi itu sendiri perlu diluruskan. Menurut buku ‘Investasi Saham Aman & Menyenangkan’ oleh Doni Prabawa, sesuatu baru bisa dikatakan investasi bila mengandung empat unsur sebagai berikut:

  • Penanaman modal pada suatu instrumen investasi
  • Mengharapkan tingkat investasi tertentu
  • Ada risiko tertentu yang perlu ditanggung
  • Ada jangka waktu tertentu yang diperlukan

Dengan demikian, investasi adalah suatu penanaman modal (biasanya uang) pada suatu pasar, seperti tanah, rumah, apartemen, saham, dan reksa dana yang dianggap lebih berpotensi menguntungkan daripada merugikan setelah jangka waktu tertentu.

Sebagai contoh, apakah Anda tahu dengan menjadi mahasiswa, Anda sudah melakukan investasi? Pertama, Anda melakukan penanaman modal dalam membayar biaya kuliah. Kedua, Anda mengharapkan dapat meraih tingkat ilmu yang lebih tinggi dengan biaya tersebut. Ketiga, walaupun Anda sudah mengeluarkan biaya dan ilmu, hal tersebut tidak menjadi jaminan pasti akan sukses dalam dunia pekerjaan, kuliah tidak menghapus risiko menjadi pengangguran secara sempurna. Keempat, hasil kuliah akan semakin terlihat seiring dengan berjalannya waktu.

Setelah melihat dari sudut pandang ini, apakah masih bisa dikatakan bahwa investasi sama dengan judi? Dengan analogi kuliah tadi, semakin jelaslah motif orang-orang yang memberanikan diri untuk berinvestasi dalam jumlah yang sangat besar, seperti membeli tanah dan apartemen seharga ratusan juta rupiah. Mereka melihat potensi keuntungan yang lebih besar daripada risiko yang harus mereka tanggung dalam jangka waktu panjang.

Maka dari itu, di manakah mahasiswa mendapatkan kesempatan meraih potensi keuntungan dengan potensi risiko yang minim seperti kuliah?

Reksa dana, emas, dan investasi saham.

Reksa dana, emas, dan investasi saham adalah instrumen investasi yang menarik untuk dilirik para calon investor pemula. Hal ini disebabkan tiga faktor, yaitu modal awal, risiko, dan potensi keuntungan.

Reksa dana dan emas memerlukan modal awal yang minim, risiko yang rendah, dan potensi keuntugan menengah. Di sisi lain, saham juga memerlukan modal awal yang minim, tetapi mempunyai risiko yang tinggi serta potensi keuntungan yang tinggi pula. Sebagai kisaran, uang sebesar Rp1.000.000 sudah dapat digunakan sebagai modal awal bagi ketiga instrumen tersebut.

Terlebih lagi, reksa dana, emas, dan investasi saham termasuk investasi jangka panjang. Artinya, hasil dari investasi jangka panjang akan lebih signifikan dalam jangka panjang (lima tahun). Waktu yang panjang tersebut menunjukkan bahwa nilai dari ketiga instrumen tersebut cenderung tidak akan melonjak atau menurun dalam secara signifikan dalam jangka pendek, sehingga cenderung aman untuk dipelajari oleh investor pemula. Bahasa mudahnya, beli sekarang dan biarkan selama lima tahun.

Sekarang ini, akses menuju reksa dana, emas, dan investasi saham cenderung lebih mudah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sebagai referensi lebih lanjut, Anda dapat memeriksa Commonwealth Bank di www.commbank.co.id untuk reksa dana, pegadaian milik pemerintah www.pegadaian.co.id untuk emas, dan berbagai macam sekuritas, seperti www.poems.co.id, BNI sekuritas dan Mandiri sekuritas untuk investasi saham.

Tidak ‘pasti’ untung

Dunia investasi tidak pernah ‘pasti’ untung. Investasi tidak sama dengan tabungan deposito yang memastikan jumlah bunga yang akan diterima tiap tahunnya, melainkan bersifat ketergantungan dengan keputusan pengelolaan uang investor itu sendiri. Oleh karena itu, wajib hukumnya meninggalkan pola pikir ‘pasti’ untung dalam berinvestasi karena tidak semua transaksi akan menguntungkan.

Dalam investasi jangka panjang, mindset yang diperlukan bukanlah “beli sekarang, biarkan dalam waktu lama”, melainkan “beli di waktu yang tepat, biarkan dalam waktu lama”. Kenyataannya, dunia investasi mewajibkan Anda untuk membeli aset dengan harga ‘murah’ dan menjual aset dengan harga ‘mahal’ berdasarkan penafsiran diri sendiri masing-masing. Contohnya, apakah apartemen seharga 150 juta termasuk murah? Tidak ada yang dapat memastikannya dengan sempurna, semua tergantung dari penafsiran masing-masing investor.

Lantas bagaimana? Tentunya Anda memerlukan pendidikan dunia investasi. Tidak pernah ada cara yang instan, dan investasi sangat jauh dari kata instan. Bahkan, investasi yang banyak dilakukan saja adalah investasi jangka panjang atau berjangka waktu lebih dari lima tahun. Secara singkat, pendidikan investasi akan memberikan pengetahuan dasar cara menafsirkan kapan harus membeli dan menjual aset.

Anda bisa membaca buku-buku investasi jangka panjang, seperti reksa dana, emas, dan saham yang kredibel. Adapun sebagai referensi, BEI (Bursa Efek Indonesia) sudah sejak bertahun-tahun lamanya melalui ‘Yuk nabung saham’ menggalakkan motivasi untuk berinvestasi ke pasar modal dengan mengadakan seminar, talk-show, penjualan buku pendidikan investasi, dan guide dasar untuk berinvestasi melalui yuknabungsaham.idx.co.id.

Jika Anda mempelajari dengan tekun, maka Anda tidak pasti akan untung. Tetapi potensi keuntungan Anda akan jauh lebih besar untuk masa depan.

Kendalikan uang Anda, bukan sebaliknya.

 

Penulis: Ignatius Raditya Nugraha

Editor: Gilang Fajar Septian

Ilustrasi: Liputan6.c0m