“I learned that people will believe what they want to believe. And it’s truly frightening how easily they’ll believe it.”
– Shari Lapena, An Unwanted Guest
SERPONG, ULTIMAGZ.com – Novel “An Unwanted Guest” karya Shari Lapena merupakan karya ketiganya yang terbit pada 2018. Melalui pengalamannya sebagai mantan pengacara, Shari kembali menerbitkan buku dengan tema misteri pembunuhan klasik sembari ditemani sentuhan thriller modern.
Kisah novel dimulai di sebuah hotel kecil terpencil di tengah hutan bagian utara New York. Dengan layanan seluler dan internet terbatas, ini adalah tempat yang sempurna bagi orang-orang yang ingin melarikan diri dari hiruk pikuk kehidupan mereka. Sepuluh tamu berkumpul di sana untuk akhir pekan, tidak mengetahui kengerian yang akan mereka alami.
Baca juga: Rindu Suasana Mencekam Film Horor? Yuk, Beralih ke Buku!
Saat itu, badai salju melanda dan listrik padam pun membuat para tamu panik karena tidak ada cara untuk menghubungi siapa pun untuk meminta bantuan. Jadi, semua tamu masuk bungker dan hanya bisa berharap dan menunggu dengan sabar.
Para tamu ini datang untuk alasan yang berbeda: untuk beristirahat, melakukan retret, mencari inspirasi, melakukan akhir pekan romantis dengan pasangan, dan lainnya. Namun, semua orang memiliki satu kesamaan yakni ingin menikmati pengalaman pedesaan yang menenangkan.
Tiba-tiba, ditemukan tubuh orang yang sudah mati di tangga hotel, semua orang menganggap itu kecelakaan. Ketika mayat kedua muncul, kepanikan mulai terjadi. Namun, ketika mayat ketiga muncul, semuanya menjadi kacau balau.
Seseorang di sana perlahan membunuh para tamu yang terperangkap di hotel satu per satu. Pelakunya entah seseorang yang menyelinap masuk atau mungkin salah satu dari mereka. Mereka harus bersatu dan mencari tahu sebelum badai mereda dan mereka semua mati pada ujung akhir pekan.

Shari Lapena membuat pembaca menebak-nebak siapa pelakunya. Ketika mayat satu per satu muncul, pembaca diberi lihat detail tentang tiap tokoh di hotel. Ada emosi yang membara, cerita latar yang tragis, dan perilaku licik yang cukup banyak membuat siapa pun menjadi pembunuhnya. Shari melakukan pekerjaan yang solid untuk membuat masing-masing tokoh mudah diingat dan menjadi tersangka yang layak.
Semua elemen yang ada pada novel ini juga sangat misteri klasik, seperti jumlah tersangka yang terbatas, pengaturan atmosfer yang terisolasi, dan plot yang menegangkan.
Shari juga melakukan pekerjaan luar biasa untuk menghidupkan dunia di sekitar para tamu hotel. Misalnya, koridor gelap hotel tua saat listrik padam, angin menderu dan badai salju di luar, menggunakan obor ponsel untuk melihat di kegelapan, dan berharap pembunuh berantai tidak melompat keluar dari bayang-bayang!
Pada titik puncak cerita, banyak emosi mendidih. Ketidakpercayaan, paranoia, kecemburuan, kemarahan, ketakutan, kebosanan, kecemasan, kepahitan. Ada pula tudingan jari, tuduhan, dan argumen dari antartokoh.
Gaya penulisannya sangat deskriptif. Alhasil, pembaca seakan ditarik ke dalam buku dan merasakan sedikit paranoia yang dialami tokoh-tokoh di buku. Pembaca yang memperhatikan detail-detail ini pun dapat ikut mencari petunjuk dalam upaya untuk memecahkan misteri.
Baca juga: Mustahil Ditebak! Inilah 5 Rekomendasi Buku dengan Plot Twist Tak Terduga
Sudut pandang yang dipakai dalam novel ini adalah sudut pandang orang ketiga dan diceritakan oleh setiap tokoh. Sudut pandang terkadang berubah beberapa kali dalam satu bab, tetapi cerita mengalir begitu saja dengan mudah.
Meski mengandung elemen thriller, pembaca tidak usah khawatir sebab narasi tidak begitu mengerikan atau grafis. Bagi pencinta fiksi kriminal dan misteri yang ingin bacaan thriller mencekam tanpa deskripsi yang mengerikan, ini adalah buku yang sempurna.
Penulis: Alycia Catelyn
Editor: Maria Katarina
Foto: fictionophile.com
Sumber: sharilapena.com
I don’t think the title of your article matches the content lol. Just kidding, mainly because I had some doubts after reading the article.
Your point of view caught my eye and was very interesting. Thanks. I have a question for you.