• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Saturday, August 30, 2025
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Review

Crazy Rich Asians: Stereo Relasi Roman Cinta, Keluarga, dan Imigran

Felix by Felix
September 17, 2018
in Review
Reading Time: 2 mins read
Crazy Rich Asians: Stereo Relasi Roman Cinta, Keluarga, dan Imigran

Crazy Rich Asians (Jon M. Chu, 2018) menapis kisah-kisah kegelisahan seorang imigran perempuan yang jatuh hati pada keseriusannya terhadap pria dari keluarga yang kaya raya. Film yang diadaptasi dari buku karya Kevin Kwan ini, siap rilis pada 11 September 2018 di seluruh bioskop. (Foto: IMDB)

0
SHARES
638
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Crazy Rich Asians yang rilis pada awal September lalu di Indonesia berhasil mengadaptasi tiap kegelisahan yang imajiner dengan pokok gabungan kehadiran representasi yang jarang ditemui di layar perak: perempuan, Asian-American, dan imigran.

Berawal kisah yang mengolok jelas pada judul, film yang disutradarai oleh Jon M. Chu ini tampil dengan konsisten pada paruh awal memperkenalkan sang keluarga pria kaya raya Nick Young (Henry Golding) dengan dominan peran Ibu (Michelle Yeoh) yang secara asyik dapat diulik menjadi paduan cerita keluarga yang menarik dan relevan.

Nick Young sudah terlibat kisah cinta dengan sang profesor perempuan bernama Rachel Chu (Constance Wu) yang telah memiliki karier di New York, Amerika. Mereka berdua kemudian merencanakan untuk berkunjung ke Singapura, negara di mana Nick tumbuh, dengan keperluan sahabat dekat Nick akan menikah dan ia adalah salah satu pendamping pasangan pria.

Kunjungan mereka juga disambut dengan perjalanan pesta, pemandangan apik kota metropolis, dan tak lepas dari pertemuan pertama Rachel Chu dengan keluarga besar Nick yang luar biasa kaya raya.

Rachel Chu adalah Awal

Kemunculan peran Asian-American sebagai peran pendukung di film-film mayor Hollywood sejak zaman Sayonara memang terhitung sering. Namun, tidak pernah ada kisah yang jeli menautkan cerita jelas bagaimana mereka bisa sampai di Amerika dan menjadi penduduk pada akhirnya.

Kacamata Rachel Chu adalah awal dari bangkitnya representasi imigran berparas Asia di industri film sebagai penyandang peran utama atau titik tumpu jalannya sebuah cerita.

Disebabkan Crazy Rich Asians sengaja dibuat bukan hanya untuk mewakili cerita imigran asal Asia yang hidup di Amerika, tetapi juga dapat berperan penuh dalam mengubah jalan pikiran penonton—bahkan seluruh khalayak, untuk menilik lebih jelas alasan-alasan para pendatang dan menaruh ekspektasi agar dapat lebih menghormati mereka.

Mimpi mereka sama, yakni untuk mendapatkan cinta dan hidup yang layak. Preposisi kehidupan Rachel Chu dan ibunya adalah dua hal pokok penting dalam film ini—seorang anak yang mempunyai mimpi dan seorang Ibu yang lari dari kekejian suami.

Meski berkelut lalu pada relasi beberapa realitas kisah cinta, Crazy Rich Asians juga berhasil mengemas komedi segar yang hadir menghibur di tengah-tengah keoknya dialog pengantar, loncatan paksa yang terpaut panjang, dan keruntutan cerita yang beralur terus maju.

Film ini menjadi penting, karena sisi-sisi penggalan cerita yang miskin dapat diangkat menjadi sebuah performa yang memiliki konsistensi tinggi meski tergambar dengan eksekusi yang akan terpaut lebih matang apabila digarap lebih halus lagi.

Crazy Rich Asians hadir lebih dari sekadar hiburan malam Minggu dan kisah roman picisan semata, tetapi juga kian mengundang kesadaran bahwa stereotip dan ketakutan seseorang yang tercekik tradisi dapat mengundang perang bagi diri sendiri dan menghancurkan kesenangan sesaat.

 

Penulis: Felix

Editor: Geofanni Nerissa Arviana

Foto: IMDB

 

 

Tags: americanasianAsian AmericanAwkwafinabioskopConstance Wucrazy rich asiansfilmImigranJon M Chunovelrilisultimagz
Felix

Felix

Related Posts

Potret Buku Surrounded by Idiots karya Thomas Erickson (penguin.com.au)
Literatur

Surrounded by Idiots: Mereka Bukan Idiot, Mereka Hanya Berbeda

May 7, 2025
Sampul buku Lolita karya Vladimir Nabokov. (dezimmer.net/Dieter E. Zimma)
Hiburan

Lolita: Sebuah Kisah Cinta Dibalut Pisau

March 17, 2025
Sang Nabi Kahlil Gibran
Literatur

Sang Nabi: Ketika Kahlil Gibran Kemas Filosofi dalam Puisi

March 12, 2025
Next Post
‘Mantra-Mantra’ Memabukkan dari Kunto Aji

'Mantra-Mantra' Memabukkan dari Kunto Aji

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × two =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021