• About Us
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Advertise & Media Partner
  • Kode Etik
Monday, September 1, 2025
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto
No Result
View All Result
ULTIMAGZ
No Result
View All Result
Home Hiburan Film

“Harley Quinn: Birds of Prey”, Kisah Mantan Kekasih Joker Kejar-Kejaran

Nadia Indrawinata by Nadia Indrawinata
February 17, 2020
in Film, Review
Reading Time: 2 mins read
Harley Quinn

Poster resmi Birds of Prey (Foto: timesindonesia.com)

0
SHARES
702
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 SERPONG, ULTIMAGZ.com – DC Extended Universe (DCEU) merilis Harley Quinn: Birds of Prey pada Rabu (05/02/20). Film terbaru DC ini, memindahkan fokus penonton ke seseorang yang masih berhubungan dengan kisah Gotham.

Film garapan sutradara Cathy Yan ini mengarahkan perhatian penonton bukan kepada tokoh protagonis Batman, melainkan kepada seseorang yang jauh lebih dikenal sebagai kekasih dan tangan kanan badut ‘gila’ Joker. Tak lain dan tak bukan adalah si eksentrik, Harley Quinn. Film ini mengisahkan pembentukan kelompok Birds of Prey. Di dalamya juga diperkenalkan tokoh-tokoh baru DCEU seperti Dinah Lance (Black Canary), Helena Bertinelli (Huntress), Renee Montoya, dan Cassandra Cain.

Film berdurasi 109 menit ini mengambil kisah Harley Quinn setelah hubungannya dengan Joker kandas. Selama masa-masa sulit itu ia mulai mencari pelarian dengan berbagai macam kegiatan dan lebih banyak bersosialisasi. Namun, musuh Quinn semakin hari semakin bertambah tanpa diketahuinya . Setelah kabar soal putus hubungannya dengan penjahat nomor satu Gotham menyebar, musuh-musuh Quinn berusaha untuk melakukan balas dendam. 

Salah satu hal yang paling terlihat dan akan dikenal oleh penonton adalah penambahan ilustrasi-ilustrasi dan sedikit animasi di dalam film. Sebagai salah satu penerbit komik tertua di Amerika dengan berbagai produk animasi, DC bisa menunjukkan sisi kuatnya di bagian ini. Jauh dari rasa beban, hal ini lebih sesuai dengan gambaran tokoh yang diperankan oleh Margot Robbie ini. Warna-warna mencolok yang bertabrakan bisa tetap mempertahankan estetika melengkapi sikapnya yang liar dan menyenangkan. 

Meski menggunakan alur maju mundur, Cathy Yan berhasil mengemas cerita di Birds of Prey tetap mudah dimengerti penonton. Walaupun berulang kali masuk ke dalam adegan kilas balik para tokoh, semuanya tetap diceritakan oleh si mantan psikolog Arkham Asylum dan berhasil menjadi sesuatu yang bisa membuat para penontonnya tersenyum.

Sayangnya, di tengah-tengah film cerita seperti sedikit membosankan. Beberapa percakapan seperti tidak memiliki arti yang jelas untuk kemajuan cerita di dalam film, tetapi hanya agar menunjukkan betapa lucu film tersebut dan eksentrik tokoh-tokohnya.

Selain itu, penggunaan musiknya yang kuat ke dalam film membuat latar suara di Birds of Prey terkesan sedikit berlebihan, seperti semua lagu dipaksakan ke dalamnya. Di beberapa bagian film ,potongan-potongan lagu dimainkan secara bertubi-tubi. Memang, deretan lagu untuk film ini sesuatu yang layak ditunggu-tunggu. Namun, sedikit jeda dirasa perlu untuk memberikan penonton sedikit istirahat.

Secara keseluruhan, Birds of Prey menyajikan suatu pengalaman yang menyenangkan. Perspektif yang digunakan dari tokoh-tokoh pahlawan wanita di dalam film ini berhasil menjadi sesuatu yang baru di dalam kategori film pahlawan wanita.

Pada awalnya, film ini berjudul Birds of Prey (and the Fantabulous Emancipation of One Harley Quinn). Warner Bros selaku studio yang memayungi film ini memutuskan mengganti judul akibat penjualan tiket yang tidak mencapai target. Pihak Warner Bros beranggapan judul film akan sangat menentukan pembelian tiket, oleh sebab itu nama Harley Quinn digunakan untuk mendorong penjualan.

 

Penulis: Nadia Indrawinata

Editor: Andi Annisa Ivana Putri

Foto: Times Indonesia

Tags: 2020birds of preydc comicsdceufilmharley quinnreview
Nadia Indrawinata

Nadia Indrawinata

Related Posts

Ilustrasi seorang wanita menonton film di waktu rehatnya. (freepik.com)
Film

Pelukan Dalam Bentuk Film: Teman Menonton Saat Dunia Terasa Berat

July 16, 2025
Potret Buku Surrounded by Idiots karya Thomas Erickson (penguin.com.au)
Literatur

Surrounded by Idiots: Mereka Bukan Idiot, Mereka Hanya Berbeda

May 7, 2025
Ethan Hunt (Tom Cruise) dalam trailer Mission: Impossible - The Final Reckoning. (youtube.com/Paramount Pictures)
Film

Mission: Impossible – The Final Reckoning, Inikah Akhir Perjalanan Ethan Hunt?

May 5, 2025
Next Post
Layanan Netflix di Perpustakaan UMN

Perpustakaan UMN Buka Layanan Tonton Netflix

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen + 3 =

Popular News

  • wawancara

    Bagaimana Cara Menjawab Pertanyaan ‘Klise’ Wawancara?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Risa Saraswati Ceritakan Kisah Pilu 5 Sahabat Tak Kasat Matanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Ivanna Van Dijk Sosok Dari Film ‘Danur 2 : Maddah’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gading Festival: Pusat Kuliner dan Rekreasi oleh Sedayu City

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Merasa Depresi? Coba Cek 4 Organisasi Kesehatan Mental Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Pages

  • About Us
  • Advertise & Media Partner
  • Artikel Terbar-U
  • Beranda
  • Kode Etik
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Ultimagz Foto
  • Disabilitas

Kategori

About Us

Ultimagz merupakan sebuah majalah kampus independen yang berlokasi di Universitas Multimedia Nusantara (UMN). Ultimagz pertama kali terbit pada tahun 2007. Saat itu, keluarga Ultimagz generasi pertama berhasil menerbitkan sebuah majalah yang bertujuan membantu mempromosikan kampus. Ultimagz saat itu juga menjadi wadah pelatihan menulis bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UMN dan non-FIKOM.

© Ultimagz 2021

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info Kampus
    • Berita Kampus
    • Indepth
  • Hiburan
    • Film
    • Literatur
    • Musik
    • Mode
    • Jalan-jalan
    • Olahraga
  • Review
  • IPTEK
  • Lifestyle
  • Event
  • Opini
  • Special
    • FOKUS
    • PDF
  • Artikel Series
  • Ultimagz Foto

© Ultimagz 2021