Belajar Konsep Terima dan Cintai Diri dalam Jalin Hubungan Percintaan

Ilustrasi pasangan menjalin hubungan percintaan. (ULTIMAGZ/Kasyful Haq)
Share:

The course of true love never did run smooth. -William Shakespeare

JAKARTA, ULTIMAGZ.com — Cinta tergambar di seluruh bagian kehidupan manusia, mulai dari film romantis, lagu-lagu galau, bahkan dongeng masa kecil. Kata yang selalu ada dalam perkembangan kehidupan manusia ini identik dengan berpasangan. Cinta digambarkan sebagai sesuatu yang murni dan tulus hingga muncul persepsi bahwa cinta itu menerima.

Namun, kadang menerima menjadi sesuatu yang sulit, menerima tak lagi tulus dan lugu. Tindakan menerima dapat berubah menjadi mendominasi dan memanfaatkan, yang kemudian membawa manusia pada sakit hati. Jika itu terjadi, manusia seakan lupa siapa diri mereka sebelum si pecinta tadi datang. Ini merupakan salah satu gambaran bagaimana minimnya cinta diri dapat memengaruhi kehidupan percintaan manusia.

Akibat dari salah memaknai penerimaan dalam hubungan cinta dan kurangnya cinta diri adalah seseorang dapat menerima perlakuan menyakitkan dari pasangannya, seperti tindak kekerasan dan selingkuh. Terkait hal ini, Anna Rusdiyana selaku psikolog bagian klinis menjelaskan konsep menerima yang sekiranya tepat dalam hubungan percintaan.

“Menerima di sini bukan berarti kemudian pasrah berdiam diri tanpa melakukan hal apapun dan tidak memperbaiki diri. Akan tetapi, kita sadar dengan apa yang dimiliki dan tidak memberikan syarat atau menuntut diri secara berlebih,” ujar Anna kepada tim Ultimagz.

Anna menambahkan, cinta pada diri sendiri merupakan saat di mana seseorang paham dan kenal dengan kelebihan dirinya, tetapi tetap rendah hati. Orang tersebut juga tahu tentang kekurangan dirinya. Namun, tidak membuat orang tadi menjadi rendah diri.

Anna juga menerangkan bahwa mencintai diri sendiri bisa membuat individu jadi lebih percaya diri dan nyaman akan kehadiran dirinya. Hal ini akan bermanfaat dalam menjalin hubungan percintaan. Pasalnya Anna mengatakan, individu yang mencintai dirinya tahu baik apa yang mereka sukai dan tidak. Maka dari itu, individu tersebut tidak sibuk menuruti keinginan orang lain hanya demi cinta.

Selain Anna, John M. Kim dalam psychologytoday.com berpendapat bahwa masuk ke dalam suatu hubungan seharusnya tidak mewajibkan kita untuk berubah. Menurutnya, hal yang lebih penting adalah bagaimana kita menyukai diri sendiri dalam suatu hubungan percintaan. Ketika sudah sampai pada tahap menyukai diri sendiri, tindakan cintai diri akan datang secara lebih alami.

Terapis yang fokus pada kehidupan keluarga dan pernikahan ini menambahkan, hadirnya rasa terima dan cinta diri dalam suatu hubungan dapat membuat seseorang menjadi lebih tegas dalam menerapkan nilai yang diyakininya. Dari nilai ini, seseorang tidak akan mentolerir perilaku tertentu dari orang lain.

Efek menerima dan mencintai diri sendiri juga membuat seseorang percaya bahwa ia pantas mendapatkan sesuatu yang lebih baik dan berbeda. Ujungnya, praktik ini dapat membuat seseorang terhindar dari perilaku negatif seperti tindak kekerasan dalam menjalin hubungan percintaan.

 

Penulis: Ida Ayu Putu Wiena V.

Editor: Elisabeth Diandra Sandi

Foto: Kasyful Haq

Sumber: psychologytoday.com