Euforia 2020, Yasa Singgih Bagi Tips Bisnis di Tengah Pandemi

EUFORIA 2020
Yasa Singgih, founder Men's Republic, berbagi mengenai membangun dan mempertahankan bisnis di tengah pandemi bersama Euforia 2020 pada Senin, 31/08/2020. (ULTIMAGZ/ Dava Ferdiansyah)
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com–Gelar wicara Senin (31/08/20) lalu membuka rangkaian acara Euforia 2020 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Multimedia Nusantara setiap tahunnya. 

Tahun ini, Euforia mengundang co-founder dan CEO Fortius Yasa Singgih (25) untuk membagikan hal-hal seputar cara membangun dan mempertahankan bisnis di tengah pandemi COVID-19. Menjadi seorang entrepreneur muda sejak umur 19 tahun, Yasa Singgih sudah beberapa kali jatuh bangun dalam dunia bisnis. 

Founder Men’s Republic Yasa Singgih berbagi mengenai membangun dan mempertahankan bisnis di tengah pandemi bersama Euforia 2020 pada Senin (31/08/2020). (ULTIMAGZ/ Dava Ferdiansyah)

Yasa berpesan, untuk menjadi seorang pengusaha dibutuhkan disiplin dan mental yang kuat dari dalam diri seseorang. Pasalnya, seseorang yang tidak memiliki mental yang kuat akan lebih memilih untuk menyerah ketika bisnis yang dijalankan belum mencapai turning point.

Selain itu, untuk dapat mempertahankannya, pendiri dari Men’s Republic ini juga menyarankan untuk mengetahui tujuan dan nilai yang melatarbelakangi didirikannya sebuah bisnis.

“Dalam membangun bisnis, yang pertama kali dibangun bukanlah bisnisnya, tapi personalnya,” ujarnya.

Dengan begitu, akan lebih mudah untuk sebuah bisnis beradaptasi, khususnya dalam keadaan pandemi seperti ini.

Tidak mengejutkan jika muncul kendala pada bisnis yang Ultimates sedang jalani. Agar dapat bertahan, harus ada perubahan yang dilakukan pada faktor internal. Faktor internal adalah hal-hal yang dapat dikontrol, sedangkan faktor eksternal adalah hal-hal yang berada di luar kendali Ultimates

Yasa berpegang pada tiga tahapan dalam mempertahankan bisnisnya di tengah pandemi, “Bagi saya ada tiga hal yang bisa diubah dalam bisnis untuk menghadapi COVID-19. Pertama adalah ganti plannya, kedua adalah ganti orangnya, ketiga adalah ganti bisnisnya.”

Ultimates dapat mengubah rencana bisnis yang sebelumnya mencari keuntungan menjadi mencari cara untuk bertahan dengan mengurangi biaya produksi. Jika masih tidak memungkinkan, maka Ultimates harus dengan terpaksa melakukan pengurangan tenaga kerja. Namun, bagi Ultimates yang merasa kedua tahap sebelumnya belum dapat bekerja dengan baik, Ultimates dapat mencoba pengalihan bisnis.

 

Penulis: Thefanny

Editor: Xena Olivia

Foto: ULTIMAGZ/Dava Ferdiansyah