SERPONG, ULTIMAGZ.com – Semejak selesai pandemi, tren mesin foto otomatis (photobox) kembali populer di kalangan generasi Z. Beragam konsep yang ditawarkan kepada pelanggan menjadi salah satu daya tariknya. Mulai dari tema biasa hingga yang nyeleneh seperti konsep mesin cuci, kamar tidur, bahkan toilet. Namun, bagaimana photobox kembali populer dan melejit di kalangan generasi muda?
Melansir dari klasika.kompas.id, awal mula perkenalan photobox modern dilakukan oleh Anatol Marco Josepho pada 1925. Melalui mesin Photomaton, ia membawa inovasi mesin photobox otomatis dan mendapat kepopuleran yang melejit di kota New York.
Baca juga: Manifesto 13 Inci: Bagaimana Pesan dan Kepribadian Tersampaikan Lewat Stiker
Kepopuleran photobox tidak berhenti di Amerika Serikat. Banyak negara lain yang juga mengembangkan mesin photobox, termasuk di Asia. Awalnya, bilik foto yang paling sering ditemui adalah untuk foto paspor. Namun, lambat laun kepopuleran photobox mulai naik di Asia sejak munculnya tren Purikura.
Mungkin Ultimates familiar dengan tren ini, photobox dengan suntingan nyeleneh dari Jepang. Melansir bbc.com, mesin Purikura modern menawarkan penyuntingan foto yang canggih seperti mengubah warna riasan, kulit, serta bentuk wajah. Hasil dari suntingan yang unik ini menjadi faktor kunci popularitas Purikura di generasi muda, selain kepraktisan mengambil foto lewat mesin otomatis.
Di Indonesia sendiri, photobox sudah ada sejak awal 2000-an dan terbagi menjadi dua jenis, otomatis dan konvensional. Photobox konvensional dijalankan dengan staf yang berjaga untuk memotret pelanggan, sedangkan photobox otomatis dijalankan menggunakan mesin dengan mudah tanpa bantuan lain.
Populernya photobox di era pasca pandemi sebagian besar disebabkan oleh tren budaya Korea. Kembali melansir klasika.kompas.id, photobox masa kini memiliki daya tarik yang beragam hingga menjadi tren yang sangat digemari oleh generasi muda. Salah satunya adalah bingkai foto yang variatif dan unik, membuat para pengguna seolah-olah berfoto bersama idola K-pop atau karakter anime. Tidak hanya itu, banyak photobox juga menawarkan konsep bilik yang tak biasa hingga efek penyuntingan yang lucu.
Baca juga: Aksesori Tas Penunjuk Identitas: Tren Meramaikan Tas Dengan Aksesori
Efektivitas dan digitalisasi dari photobox juga meningkatkan minat dan ketertarikan generasi muda. Kini, hasil dari pemotretan dapat langsung diakses dengan mudah hanya dari barkod Quick Respons (QR) yang disediakan penyedia layanan photobox.
Banyaknya perubahan dan penyesuaian zaman membuat kepopuleran photobox masih bertahan hingga saat ini. Bagaimana dengan Ultimates? Apakah Ultimates termasuk dari mereka yang tertarik dengan tren photobox?
Penulis: Faith Terresa Tiominar Tambunan
Editor: Celine Valleri
Foto: vintagephotoboothhire.com
Sumber: klasika.kompas.id, bbc.com




