SERPONG, ULTIMAGZ.com — Koordinator Divisi Keamanan Orientasi Mahasiswa Baru (OMB) 2015 UMN Fellya Hartono menyatakan bahwa dirinya menanamkan peranan anggota keamanan sebagai sosok yang disegani bukan yang ditakuti. Ia berharap, walaupun disegani mahasiswa baru tetap merasa aman saat bertemu dengan anggota keamanan.
“Mereka segan, tapi mereka punya rasa aman. Karena itulah tujuan dari keamanan,” ujarnya.
Fellya mengatakan bahwa metode tersebut mulai diberlakukan sejak adanya kebijakan dari kampus untuk mengikuti peraturan masa orientasi mahasiswa baru dari Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menrisetdikti) Muhammad Nasir bahwa ketua panitia ospek haruslah dari dosen, bukan mahasiswa seperti sebelumnya. Tujuan diberlakukannya aturan baru tersebut adalah untuk menghindari adanya kecenderungan panitia melakukan misi balas dendam kepada mahasiswa baru.
“Berbeda dengan sebelumnya, nantinya, ketua panitia ospek langsung dari dosen,” ujar Nasir yang dilansir oleh beritasatu.com.
Namun demikian, Fellya mengaku bahwa secara keseluruhan mental mahasiswa baru 2015 ini tidak lebih baik ketimbang peserta OMB tahun-tahun sebelumnya. Hal ini ia ungkapkan usai evaluasi panitia OMB, Selasa (25/8) di Function Hall.
“Kalau dari gue sendiri, angkatan tahun 2014, 2013, bahkan 2012 attitude-nya akan lebih baik dibanding tahun yang sekarang” ujar perempuan yang akrab disapa Fey ini.
Bagi Fellya yang telah selama tiga periode sejak 2013 menjadi panitia OMB, metode OMB yang diterapkan pada tahun-tahun sebelumnya lebih baik ketimbang tahun ini. Sebelumnya, OMB UMN diadakan selama empat hari dengan konsep semimiliter, sedangkan pada tahun ini diperlonggar menjadi dua hari dan difokuskan pada kegiatan pengenalan kehidupan kampus.
Reporter: Stefani Laurensia
Editor: Ghina Ghaliya
Fotografer: Evelyn



