Fenomena Langit Indonesia Pada April 2020

Seorang pria yang sedang berlari di Papago Park, Phoenix saat Supermoon pada Mei 2012. (Foto: Darryl Webb/Reuters)
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com — Sejak Senin (30/03/20), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengumumkan akan adanya tiga fenomena langit yang terjadi di Indonesia selama April 2020. Fenomena tersebut dapat dilihat mulai Rabu (08/04/20) hingga Kamis (23/04/20) pagi. Berikut ini merupakan penjelasan dari ketiga fenomena langit yang dapat ditemui pada bulan ini.  

  1. Supermoon atau Super Pink Moon
Gambar posisi bulan ketika Supermoon dan Micromoon. (Foto: thesun.co.uk)

Supermoon adalah sebutan untuk bulan ketika ia berada di posisi terdekat dengan bumi. Fenomena Supermoon kali ini memiliki kedekatan 357.034,6 kilometer dengan bumi. Jika dilihat dari matahari, bulan terlihat sedang berada di balik bumi dan wajahnya mendapatkan cahaya matahari secara menyeluruh. Posisi ini membuat bulan terlihat 7 persen lebih besar dan 15 persen lebih terang dari biasanya. 

Nama lain dari Supermoon pada April 2020 ini adalah pink moon. Dasar penamaan ini dirujuk dari bunga liar warna merah muda yang mekar di awal bulan April, yaitu creeping phlox. Namun, warna bulan akan tetap oranye keemasan ketika berada pada jarak paling dekat dengan bumi. Kemudian warnanya akan berubah menjadi semakin putih saat posisi bulan menjauhi bumi. Fenomena Super Pink Moon dapat disaksikan pada 8 April 2020 pukul 09.35 WIB. Super Pink Moon menjadi kali ketiga dari empat Supermoon yang diperkirakan akan terjadi sepanjang tahun ini.

      2. Hujan Meteor Lyrids

Potret Hujan Meteor Lyrids. (Foto: tribunnews.com)

Ditemukan sejak 1861, serpihan komet Tatcher akan meninggalkan partikel-partikel debu dan turun ke bumi dalam bentuk meteor Lyrids. Meskipun hujan meteor Lyrids terjadi setiap tahunnya pada 16-25 April, tetapi tahun ini puncaknya akan terjadi pada 22 April malam dan 23 April pagi. Ketika mencapai waktu puncaknya, hujan meteor Lyrids diperkirakan akan bergerak sekitar 20 meteor/jam. Alhasil, meteor akan meninggalkan jejak debu cerah selama beberapa detik. Bagi Ultimates yang ingin melihatnya, hujan meteor Lyrids lebih nyaman disaksikan saat cuaca cerah dan minim polusi cahaya.

      3. Bulan Baru

Gambar fase-fase bulan. (Foto: blakbin.com)

Bulan baru atau bulan mati merupakan istilah dalam dunia astronomi untuk menggambarkan fenomena saat posisi matahari, bulan, dan bumi berada di satu garis lurus atau sejajar. Ketika ini terjadi, sisi bulan yang terlihat dari bumi tidak mendapatkan pantulan cahaya matahari. Akibatnya, bulan terlihat gelap dari bumi dan berbaur dengan langit malam. Puncak bulan baru di Indonesia akan terjadi pada 23 April 2020 pada pukul 09.27 WIB. Dengan tidak terlihatnya bulan dari bumi, Ultimates dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk mengamati serta memotret benda-benda yang biasanya lebih redup di langit, seperti galaksi dan bintang. 

 

Penulis: Thefanny

Editor: Elisabeth Diandra Sandi

Foto: Darryl Webb/Reuters, thesun.co.uk, tribunnews.com, blakbin.com

Sumber: tribunnews.com, kompas.com, katadata.co.id