Konsumsi Makanan Higienis, Salah Satu Cara Pelihara Kesehatan Tubuh

dampak makanan higienis (ultimagz)
Ilustrasi makanan higienis. (ULTIMAGZ/Titus Chrisna Yoga)
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com — Tubuh adalah sebuah harta berharga yang seseorang miliki sehingga sudah sepantasnya dijaga dengan baik. Meski makanan adalah salah satu kebutuhan pokok yang dibutuhkan manusia untuk bertahan hidup, bukan berarti kita luput untuk memerhatikan kebersihan makanan. Ultimates harus menaruh perhatian lebih pada kebersihan makanan untuk memelihara kesehatan tubuh.

Menurut Hanifa dalam jurnal ilmiah karya Ihsan Sa’dudin Munasib yang berjudul “Makanan Higienis dan Bergizi dalam Perspektif Agama Islam”, terdapat perbedaan antara makanan higienis dan bergizi. Makanan higienis merupakan makanan yang tidak mengandung zat berbahaya maupun kuman penyakit yang dapat menganggu kesehatan tubuh. Di lain sisi, makanan bergizi adalah makanan yang mengandung unsur gizi yang lengkap, yaitu karbohidrat, protein, mineral, lemak, vitamin, dan air.

Makanan yang disajikan dalam kondisi terbuka biasanya lebih tidak bersih karena terkena paparan debu dan kotoran. Bukan hanya terkena debu dan kotoran, serangga-serangga seperti lalat dan semut mungkin saja hinggap pada makanan yang terbuka. Selain itu, kebersihan alat masak, bagaimana cara penyajiannya, dan proses produksi makanan juga dapat berpengaruh pada higienitas makanan.

Namun sebenarnya, berbagai hal dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan makanan, seperti mencuci bahan makanan sebelum dimasak, memperhatikan tingkat kematangan makanan, bahkan tanggal kedaluwarsa makanan. Ultimates juga dapat melihat lebih lanjut kondisi kemasan, lingkungan produksi makanannya hingga mencuci tangan sebelum makan. Dengan mengonsumsi makanan higienis, berarti Ultimates sudah mencegah masuknya hal-hal buruk ke dalam tubuh, lho!

Salah satu dampak buruk yang biasanya terjadi ketika mengonsumsi makanan tidak higienis adalah diare. Diare merupakan penyakit yang membuat orang memiliki kecenderungan untuk buang air besar (BAB) lebih dari tiga kali dalam sehari dengan konsistensi feses lebih encer dari biasanya. Penyakit diare disebabkan oleh bakteri Escherichia coli (E. coli) yang menghasilkan racun. 

Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2012 mengungkapkan, diare menjadi salah satu dari sepuluh penyebab kematian terbanyak di dunia, lebih tepatnya 1,5 juta atau 2,7% dari seluruh kematian. Terkait hal tersebut, Menteri Kesehatan Republik Indonesia pernah mempublikasikan Profil Kesehatan Indonesia pada 2018 yang menunjukkan bahwa terdapat 36 kasus kematian dalam jangka waktu 1 tahun karena adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit diare. 

Tidak hanya diare, ada pula dampak buruk lainnya apabila Ultimates mengonsumsi makanan tidak higienis. Berikut ini merupakan tiga risiko buruk ketika mengonsumsi makanan yang tidak bersih. 

  1. Keracunan Makanan

    Makanan yang terkontaminasi kuman atau racun dapat menyebabkan mual, muntah hingga diare. Gejala ini akan terlihat beberapa waktu setelah mengonsumsi makanan terkontaminasi. Biasanya masalah keracunan makanan akan hilang dengan sendirinya, tetapi ada pula kasus yang dapat membahayakan dan membutuhkan penanganan lebih lanjut dari dokter. Kasus keracunan makanan di Indonesia masih membutuhkan perhatian karena pada 2017, distribusi KLB penyakit dan keracunan pangan sudah mencapai 23 persen.

  2. Salmonellosis dan Tifus

    Salmonellosis merupakan penyakit yang timbul pada bagian usus akibat bakteri Salmonella. Bakteri ini dapat ditemukan dalam makanan yang terkontaminasi seperti daging-daging yang belum matang, telur mentah, produk susu, bahkan buah dan sayuran mentah. Gejala seperti demam, mual, muntah, diare, sakit kepala, dan keram perut biasanya akan timbul 8–72 jam setelah bakteri masuk ke dalam tubuh.

    Cukup sering terjadi di Indonesia, salah satu akibat infeksi yang paling umum terjadi adalah penyakit tifus karena adanya bakteri Salmonella typhi. Gejalanya mulai muncul sekitar 1 hingga 3 minggu setelah tubuh terinfeksi. Penyakit ini dapat berakibat fatal sehingga membutuhkan penanganan khusus dari medis.

  3. Kanker

    Tidak hanya kuman dan bakteri, zat-zat kimia yang dapat membahayakan tubuh juga menjadi salah satu indikasi ketidakbersihan makanan. Contoh zat kimia berbahaya yang terkandung dalam makanan tidak higienis ialah pemanis buatan, bahan pengawet, minuman keras, dan daging olahan. Bila dikonsumsi secara berlebihan, zat-zat kimia dalam makanan tersebut akan tertumpuk dalam tubuh dan dapat memicu kanker. 

 

Penulis: Thefanny

Editor: Elisabeth Diandra Shandi

Foto: Titus Chrisna Yoga

Sumber: kemkes.go.id, alodokter.com, halodoc.com, liputan6.com, webmd.com,  ejournal.iaiig.ac.id, e-prosiding.umnaw.ac.id