Kue Jongkong, Menu Takjil Khas Bangka Belitung

kue jongkong
Foto kue jongkong (Foto: detik.com)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com – Takjil merupakan istilah populer untuk makanan yang disajikan sebagai santapan berbuka puasa. Jenisnya beragam, bahkan beberapa daerah memiliki menu khas. Salah satunya adalah kue jongkong, takjil khas Bangka Belitung yang hanya dapat ditemukan selama bulan Ramadhan.

Kue jongkong terdiri dari dua bagian, yang tiap-tiapnya tidak sulit untuk dibuat. Bagian pertama adalah bubur sumsum yang dibuat dengan memadukan bahan-bahan sederhana, yaitu tepung beras, air pandan, garam, dan gula. Air pandan juga bisa diganti dengan memotong-motong daun pandan dan diaduk ke adonan atau diblender secara bersamaan.

Adonan yang sudah mengental setelah diaduk dengan api kecil bisa dibungkus dengan daun pisang untuk menambah aroma. Namun, versi modern dari sajian ini juga bisa menggunakan gelas sebagai cetakan.

Setelah dimasukkan atau dibungkus ke wadah pilihan, santan dan gula merah dituangkan ke adonan. Kue jongkong lalu dibungkus setelah kurang lebih 40 menit sampai akhirnya bisa disajikan. Makanan khas ini dapat bertahan paling lama satu hari, karena bahan pembuatannya menggunakan santan.

Kue yang dapat dikenali dari warna hijau pandannya ini juga terkenal di Medan. Konon, tekstur lembut dan cita rasa manis serta gurihnya  menarik masyarakat daerah tersebut. Proses pembuatannya juga akhirnya membuat kue jongkong disebut dengan istilah bubur sumsum yang dipadatkan.

Seperti menu takjil lainnya, gula di dalam kue jongkong dapat membuat tubuh lebih bertenaga setelah menjalani satu hari berpuasa.

Baca juga: Anjuran Menu Berbuka Puasa, Mengapa dengan Makanan Manis?

Untuk mencari kue jongkong di luar bulan puasa relatif sulit. Kue ini tidak dapat ditemui di pasar, juga di tempat jajanan makanan sekalipun. Namun, ketika bulan puasa tiba, kue jongkong menjadi panganan primadona untuk berbuka puasa dan dijajakan di banyak pelipir jalan.

Bagaimana, Ultimates? Silakan coba kue jongkong sebagai menu berbuka puasa selama bulan Ramadhan!

Penulis: Nadia Indrawinata

Editor: Maria Helen Oktavia

Sumber: kumparan.com, medan.tribunnews.com, okezone.com

Foto: detik.com