Menentukan Jadwal Keramas yang Tepat

Mengatur jadwal keramas dengan tepat.
Ilustrasi kegiatan perempuan setelah keramas. (Foto: pexels.com)
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Keramas atau cuci rambut merupakan salah satu kebiasaan pokok manusia dalam menjaga kebersihan dan kesehatan tubuhnya. Keramas dilakukan untuk menjaga kebersihan rambut dan tiap orang memiliki budaya yang berbeda dalam melakukan hal itu. Kurangnya keramas menyebabkan rambut menjadi lebih bau dan kotor. Pun demikian, bila terlalu berlebihan juga kelembaban rambut akan berkurang. Maka dari itu, penting untuk menemukan jadwal keramas yang cocok dengan diri kita.

Dilansir dari kompas.com, Dr. Joshue Zeichner mengatakan bahwa tujuan keramas menggunakan sampo adalah untuk menghilangkan kotoran, minyak, dan juga merawat rambut. Mengutip medicalnewstoday.com, air dapat menghilangkan sebagian besar kotoran rambut yang terlihat, tetapi mungkin tidak dapat menghilangkan bau atau kandungan minyak berlebih dalam rambut. Sampo sendiri berperan untuk membantu air menghilangkan kotoran dan bau, seperti asap atau keringat, secara efektif.

Mengutip healthline.com, keramas merupakan praktik perawatan diri, tiap orang memiliki kebiasaan mencuci rambut yang berbeda. Healthline.com menguraikan beberapa faktor penentu jadwal keramas seseorang,

  1. Jenis kulit kepala.

Melansir dari medicalnewstoday.com kondisi kulit kepala seseorang akan mempengaruhi kondisi rambut mereka. Orang dengan kulit kepala yang sangat kering cenderung tidak menghasilkan sebum (minyak alami rambut) terlalu banyak. Sementara itu, orang dengan rambut berminyak alami tidak perlu khawatir kehilangan kelembaban berlebih dari kebiasaan keramas, karena mereka memiliki sebum yang cukup. Jarang mencuci rambut dapat membantu kulit kepala tetap sehat, mencegah gatal, kulit kepala mengelupas, dan menjaga rambut tetap lembut dan berkilau.

“Jika jenis rambut Anda berminyak, sebaiknya keramas setiap hari dan itu aman. Jika rambut Anda kering atau kulit kepala sensitif, kita bisa menjarangkan keramas tidak perlu setiap hari,” kata Zeichner dalam kompas.com.

  1. Tekstur rambut.

Jika seseorang memiliki rambut berminyak atau lurus, ia harus mencucinya setiap hari. Jenis rambut normal hingga kering, serta rambut bergelombang, dapat diberikan jeda 2-3 hari setelah keramas terakhir kali. Mengutip medicalnewstoday.com, orang dengan rambut sangat kering tidak perlu mencuci rambut setiap hari. Sebaliknya, jarang keramas dapat membantu melestarikan minyak alami di kulit kepala dan menjaga rambut tetap lembab.

  1. Usia

Semakin tua seseorang, rambut pada orang itu akan semakin sedikit memproduksi sebum. Maka dari itu, orang yang lebih tua mungkin tidak perlu keramas sesering sebelumnya.

Ultimates, setiap orang memiliki tekstur rambut dan budaya mencuci rambut yang berbeda. Stylist artis Tonya Le dalam insider.com menganjurkan kita untuk memperhatikan tanda-tanda kecil yang diberikan oleh rambut, seperti rambut kering, bercabang, dan berketombe, untuk menentukan jadwal keramas yang sesuai.

Penulis: Ida Ayu Putu Wiena Vedasari

Editor: Xena Olivia

Foto: pexels.com

Sumber: kompas.com, medicalnewstoday.com, healthline.com, insider.com