Mengenal Yu Sheng, Hidangan Filosofis Khas Imlek

Keluarga yang mengaduk yu sheng (Foto: Wikimedia Commons)
Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com—Tahun Baru Imlek ke-2572 jatuh pada Jumat (12/02/21). Tidak sedikit masyarakat Tionghoa yang merayakannya dengan memakan yu sheng atau yee sang.

Pada dasarnya, yusheng adalah sepiring salad dengan berbagai jenis isian. Wortel, jeruk bali, ubur-ubur, rumput laut, manisan gula, lobak putih, wijen, kerupuk, dan kacang dicampur dalam satu piring. Selain itu, ada juga irisan ikan mentah yang sebelumnya sudah direndam minyak dalam campuran minyak goreng, minyak wijen, dan merica. Setelahnya, dibumbui dengan air jeruk dan merica. Bagi mereka yang tidak bisa makan ikan mentah, ikan kukus bisa menjadi alternatif.

Semua bahan segar itu lalu disatukan dengan saus spesial yang merupakan campuran dari minyak goreng, minyak wijen, saus buah prem, gula pasir, dan bubuk kayu manis. Saus ini akan dituang secara berputar di atas semua bahan. Maknanya, berkah dapat terus terpenuhi dan berlangsung secara berputar.

Masakan yang biasa dimakan di Indonesia, Malaysia, dan Singapura ini memiliki filosofi yang berkaitan erat dengan kemakmuran. Hal ini karena ‘ikan’ dan ‘berkelebihan’ sama-sama dibaca ‘yu’. Meskipun kata ‘yu sheng’ berarti ikan mentah, tetapi jika dilafalkan terdengar mirip dengan ‘yu sheng’ yang berarti meningkatnya kelimpahan.

Karena maknanya yang filosofis, semua yang menyantap yu sheng harus mengucapkan doa-doa yang berhubungan dengan berkat tahun baru. Misalnya, mengucapkan “tian tian mi mi” ketika menuangkan saus buah prem. Frasa tersebut sebagai doa agar hidup dipermanis dan hubungan bertahan lama.

Bagian ‘seru’ dari memakan yu sheng adalah mengaduk semua bahan-bahan itu tujuh kali sambil mengangkatnya tinggi-tinggi. Dipercaya bahwa semakin tinggi, maka semakin banyak rezeki yang akan datang.

Jangan lupa mengucapkan “Lo Hei!” yang berarti “angkat bersama!” sebagai doa untuk sukses bersama ya, Ultimates!

 

Penulis: Nadia Indrawinata

Editor: Andi Annisa Ivani

Foto: Wikimedia Commons

Sumber: kompas.com, suara.com, bykido.com, antaranews.com