Pentas “Orang-orang Berduit” Jadi Pelajaran Berharga Bagi Desy JKT48

Maria Genoveva Desy P.G yang menjadi pelakon pada pementasan ke-30 Indonesia Kita yang berjudul "Orang-orang Berduit". Pementasan terakhir berlangsung Sabtu (06/10/18) di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jakarta. (ULTIMAGZ/Felisitasya Manukbua)
Share:

JAKARTA, ULTIMAGZ.com – Setelah menyedot perhatian di panggung Indonesia Kita dalam lakon Princess Pantura, kini sosok anggota grup idol JKT48, Maria Genoveva Natalia Desy P.G kembali hadir sendirian di pentas Indonesia Kita ke-30, Orang-orang berduit yang berlangsung pada 5-6 Oktober 2018 lalu. Idol yang akrab disapa Desy itu menganggap pentas ini sebagai pengalaman berharga dalam hal pemberanian diri dan membawa nama JKT48 di teater Indonesia Kita.

Sebelumnya Desy tidak berperan sendirian, melainkan bersama dengan beberapa anggota lain dari JKT48 di pentas Princess Pantura kemarin. Meski kali ini harus tampil tanpa teman-temannya, Desy tetap mampu mengimbangi akting dari para aktor dan aktris senior Indonesia Kita lewat improvisasi serta logat daerah yang dimilikinya.

“Pembelajaran yang paling berharga yang aku dapatkan adalah dari pengalamannya sendiri, asyik. Pembelajaran kali ini lebih kepada pemberanian diri sendiri dan bawa nama JKT48 sendiri di teater yang benar benar teater,” sahut Desy ketika diwawancarai Ultimagz di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Sabtu (06/09/18).

Desy (kiri) berperan sebagai anak dari Cak Lontong (kanan) dan Alexandra Gottardo (tengah) pada pementasan ke-30 Indonesia Kita yang berjudul “Orang-orang Berduit” di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Sabtu (06/10/18). (ULTIMAGZ/Felisitasya Manukbua)

Dalam pentas ini Desy berperan sebagai anak dari Cak Lontong dan Alexandra Gottardo. Meski masih terlihat canggung, namun Desy tidak menghiraukan tawa penonton yang muncul karena kalimat-kalimat ‘ngapak’ dan gaya komedian yang dilontarkannya.

“Puji Tuhan, di teater kali ini dapat perannya sesuai dengan karakter aku dan menjadi anaknya Cak Lontong yang polos, pintar, tapi kadang bego begitu. Ha ha,”  sahut Desy sambil tertawa. “Cuma memang asalku kan dari Jawa, jadi medok dan ngapak enggak apa-apa. Intinya jadi diri aku sendiri.”

Desy berharap pelajaran dan pengalaman yang ia terima dalam pentas ini mampu mengembangkan bakatnya dalam bidang akting di atas panggung. Oleh karena itu, ia pun siap sedia untuk berperan di pentas selanjutnya.

“Aku orangnya suka dengan tantangan. Yah, kenapa enggak?,” kata Desy ketika ditanya soal kesediaan untuk ikut berpartisipasi di pentas selanjutnya.

Di akhir kata, Desy memberi beberapa tips kepada kalangan muda saat ini yang masih belajar dan mengejar bakatnya. “Jangan pernah merasa takut mencoba hal baru selagi masih positif dan jangan sampai terlena dengan apa yang sudah didapatkan, belajar untuk mencoba dan terus mencoba sampai sesuai dengan apa yang kamu minati,” tutupnya.

 

Penulis: Felisitasya Manukbua

Editor: Gilang Fajar Septian

Foto: Felisitasya Manukbua