Dermatitis Atopik, Kelainan Genetik Sang Penyebab Gatal

Share:

SERPONG, ULTIMAGZ.com — Kulit kering, bahkan sampai timbul sisik, diserta rasa gatal, merupakan ciri khas penyakit Dermatitis Atopik (DA). Penyakit ini lebih rentan diderita oleh mereka yang kulitnya sensitif dan mudah iritasi.

Dermatitis Atopik memang lebih banyak diderita anak-anak usia kurang dari lima tahun. Meski begitu, orang dewasa juga bisa mengalaminya

Dermatitis Atopik atau awam menyebutnya eksim adalah radang pada kulit berbentuk ruam yang timbul pada orang dengan kulit sensitif. Penyakitnya bisa menahun atau hilang timbul. Menurut dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Bunda Jakarta dr. Rachel Djuanda., SpKK, penderita DA memiliki kulit yang sangat kering karena rendahnya produksi ceramide, terutama ceramide pada tipe satu pada bagian mortar/semen kulit.

Kondisi tersebut akan menyebabkan fungsi pelindung kulit berkurang. Jika fungsi pelindung kulit berkurang, maka air mudah keluar dan benda asing dari luar lebih mudah masuk. Hal ini akan menimbulkan reaksi peradangan. Dengan sistem imun yang lemah, maka peluang munculnya kembali atau kumat akan semakin besar.

Cara pencegahan kambuhnya DA adalah perubahan gaya hidup dan penggunaan pelembab di bagian-bagian yang sering menjadi lokasi munculnya Atopik. Perubahan gaya hidup dapat berupa menghindari mengonsumsi makanan penyebab reaksi DA. Bisa juga dengan menghindari zat, benda, atau perilaku yang dapat memunculkan ruam Atopik tersebut.

Penggunaan pelembab juga dapat membantu kulit yang kering atau sensitif menjadi salah satu cara mudah mencegah terjadinya Dermatitis Atopik. Namun, untuk pelembab sendiri harus dipilih setelah mengetahui jenis kulit yang dimiliki. Jenis pelembab dalam bentuk lotion merupakan yang paling ringan dan berbentuk lebih cair sehingga mudah meresap.

 

Penulis: Natalia Setiawan

Editor: Annisa Meidiana

Sumber : www.sinarharapan.co

Foto : www.deherba.com